Jepang Kucurkan Pinjaman USD15,2 Triliun untuk Patimban & UGM

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 15 Nov 2017 14:36 WIB
indonesia-jepang
Jepang Kucurkan Pinjaman USD15,2 Triliun untuk Patimban & UGM
Jepang Kucurkan Pinjaman USD15,2 Triliun untuk Patimban & UGM. (Foto: MTVN/Suci Sedya)

Jakarta: Badan Kerja sama Internasional Jepang (JICA) memberikan pinjaman pada Indonesia untuk dua proyek dengan nilai total sebesar 127,216 miliar yen atau setara dengan Rp15,2 triliun.

Pinjaman tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian pinjaman antara Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (PPR) Kementerian Keuangan Robert Pakpahan bersama Wakil Presiden Senior JICA Shinya Senior dan disaksikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Rabu 15 November 2017.

Pinjaman tersebut diberikan untuk dua proyek di antaranya yakni pengembangan world class universirty with entrepreneurial spirit di UGM sebesar 8,309 miliar yen atau setara Rp900 miliar dan pembangunan Pelabuhan Patimban fase satu sebesar 118,906 miliar yen atau setara Rp14,3 triliun.

"Pertama di UGM, membangun 10 pusat pembelajaran di Yogyakarta. Ini dalam rangka kembangkan riset kerja sama komunitas masyarakat dengan pihak bisnis dan bertujuan UGM menjadi world class university atau universitas bertaraf dunia," kata Sri Mulyani di Kemenkeu, Jakarta Pusat.

Baca: RI-Jepang Sepakati Pertukaran Nota Pembangunan Pelabuhan Patimban

Pembiayaan ini memanfaatkan fasilitas pinjaman lunak dengan tak mengikat dari JICA dengan bunga floating sebesar JYP LIBOR +10 basis poin per tahun (dengan lower cap 0,1 persen dan upper cap 6,521 persen. Tenor pinjaman ini yakni selama tujuh tahun dan masa pengembalian 18 tahun sehingga jangka waktu pinjaman adalah 25 tahun.

Sementara untuk pinjaman yang dialokasikan ke Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, yang menjadi pekerjaan dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini akan banyak menggunkanan teknologi Jepang, dengan memanfaatkan fasilitas special terms for economic partnership dari JICA.

Adapun tingkat bunga tetap sebesar 0,1 persen yang dinilai Sri Mulyani sangat rendah. Masa tenggang yakni 12 tahun dan masa pembayaran kembali 28 tahun. Dengan demikian jangka waktu pinjaman yakni 40 tahun.

"Pinjaman ini akan digunakan untuk membangun akses jalan sepanjang 8,1 KM, terminal baru, jembatan, back up area pelabuhan," jelas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

 


(AHL)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA