Perbankan Syariah Harus Mulai Lirik Pembiayaan Infrastruktur

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 10 Nov 2017 14:29 WIB
infrastrukturperbankan syariah
Perbankan Syariah Harus Mulai Lirik Pembiayaan Infrastruktur
Head of Sharia Banking Maybank Indonesia Herwin Bustaman. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Surabaya: Perbankan syariah harus segera melirik potensi pembiayaan di sektor infrastruktur. Apalagi pemerintah juga tengah gencar membangun berbagai proyek infrastruktur yang diharapkan bisa menggerakkan roda perekonomian.

Head of Sharia Banking Maybank Indonesia Herwin Bustaman mengatakan, selama ini bank syariah hanya fokus pada pembiayaan sektor ritel dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Untuk itu ke depannya diharapkan lebih banyak lagi proyek infrastruktur yang dibiayai oleh bank syariah.

"Banyak sekali proyek-proyek pemerintah yang fokus ke infrastruktur. Kebutuhan dana yang diperlukan sekitar USD450 miliar," kata Herwin di Grand City Convention, Center, Surabaya, Jumat 10 November 2017.

Dirinya menambahkan, pembiayaan di sektor infrastruktur juga bisa dimanfaatkan untuk menarik minat investor asing. Selain itu, upaya ini juga diharapkan memberi jalan lain bagi bank syariah untuk mengembangkan bisnisnya terlebih dengan persaingan di industri jasa keuangan.

"Kami harapkan (pembiayaan infrastruktur) bisa menarik investor-investor luar ke Indonesia. Jadi bank syariah jangan ragu untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur. Jika terus fokus pada ritel dan UMKM, maka akan terlibas oleh perusahaan rintisan layanan keuangan berbasis teknologi (fintech)," jelas dia.

Sekitar 50 persen pendanaan untuk proyek infrastruktur nasional diperoleh dari Public Private Partnership (PPP) atau Kerja Sama Pemerintah dan Swasta, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sedangkan sisanya berasal dari swasta.

Bank-bank syariah juga telah mengucurkan sindikasi pembiayaan senilai Rp4,3 triliun untuk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melalui Maybank Indonesia, PT Bank Mandiri Syariah, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank Negara Indonesia Syariah, dan PT Bank Permata Syariah.

 


(AHL)