Sektor Pariwisata Bisa Perkuat Rupiah Secara Permanen

Desi Angriani    •    Kamis, 08 Mar 2018 18:43 WIB
pariwisatarupiah
Sektor Pariwisata Bisa Perkuat Rupiah Secara Permanen
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Foto: ANTARA/Fanny)

Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebut pemerintah bisa melakukan berbagai kiat agar rupiah kembali perkasa setelah mengalami pelemahan sejak awal Januari 2018.

Menurutnya pemerintah bisa memperkuat ekspor jasa seperti sektor pariwisata. Ekspor jasa dinilai dapat memperkuat nilai rupiah  secara permanen karena berpengaruh terhadap defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) Indonesia.

"Di neraca jasa Indonesia punya ekspor jasa salah satunya adalah pariwisata. Tourisme itu ekspor jasa untuk perkuat rupiah secara permanen," kata Bambang seusai serah terima jabatan Pelaksana Ketua Umum PP ISEI di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis, 8 Maret 2018.

Dia melanjutkan, sektor pariwisata dapat menjadi sumber masuknya dolar ke Tanah Air dengan jalan mengembangkan sejumlah destinasi baru. Pasalnya pariwisata Indonesia saat ini belum setinggi Thailand, Jepang, dan Korea Selatan karena masih bergantung ke destinasi Pulau Dewata Bali.

"Oleh karena itu, saat ini pemerintah sedang membangun 10 Bali. Tapi, itu rencana yang butuh waktu untuk bisa dikapitalisasi," tuturnya.

Selain mendorong pariwisata, lanjutnya penguatan rupiah juga dapat dilakukan melalui operasi moneter oleh bank sentral. Namun hal itu bergantung pada jumlah cadangan devisa dalam negeri.  Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Februari 2018 tercatat sebesar USD128,06 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Januari 2018 yang sebesar USD131,98 miliar.

"Meski rupiah underpressure, tetapi kita perlu memperkuat rupiah itu, Bank Sentral akan melakukan operasi moneter tergantung cadangan devisa," ungkap mantan Menteri Keuangan ini.

Selaku Pelaksana Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Bambang mengaku akan memberikan masukan tentang bagaimana memperkuat rupiah secara fundamental. Artinya menjaga stabilitas makro ekonomi dari sentimen negatif yang selama ini memberikan ketidakpastian terhadap ekonomi nasional.

"Kita memberikan masukan untuk memperkuat rupiah secara fundamental," pungkasnya.

 


(AHL)