Aturan BI Ampuh Tepis Dampak Pelemahan Rupiah ke Bank

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 09 Mar 2018 12:24 WIB
rupiah melemahbri
Aturan BI Ampuh Tepis Dampak Pelemahan Rupiah ke Bank
Direktur Strategi Bisnis dan Keuangan BRI Haru Koesmahargyo (kanan). (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengaku dampak pelemahan rupiah kepada industri perbankan bisa diantisipasi dengan baik. Terkendalinya pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akibat adanya sejumlah aturan dari Bank Indonesia (BI).

Direktur Strategi Bisnis dan Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan, aturan kewajiban menggunakan rupiah untuk transaksi di dalam negeri membuat kebutuhan dolar AS berkurang. Pada akhirnya ketika rupiah mengalami tekanan, maka dampak yang ditumbulkan tidak terlalu signifikan.

"Berikutnya adalah kewajiban mereka yang punya exposure (terhadap dolar AS) lebih dari 30 persen diharuskan melakukan hedging. Jadi saya kira aturan itu sudah dibuat dan bisa menekan impact-nya," kata dia ditemui di Gedung BEI, SCBD, Jakarta, Jumat, 9 Maret 2018.

Dirinya menambahkan pelemahan rupiah karena tekanan dolar AS tidak perlu dikhawatirkan. Apalagi ketahanan sistem keuangan dan non keuangan di Indonesia dinilai Haru sudah cukup kuat dalam mencegah dampak pelemahan yang terjadi pada rupiah.

"Jadi aturan itu bagus sekali mencegah, kita enggak bisa sama sekali menghapus tapi saya kira transaksi dengan dolar di Indonesia sudah cukup turun karena ada kewajiban itu. Karena kalau kita pikir buat apa pakai uang asing kalau saya dan Anda beli enggak pakai dolar," jelas dia.

Tak hanya itu, langkah perbankan yang mengelola dan memelihara posisi devisa neto (PDN) juga mengurangi dampak pelemahan rupiah. Meskipun saat ini rupiah berada pada posisi Rp13.700-an per USD, namun BRI menjaga agar posisi PDN tetap rendah. 

"Supaya tidak ada deviasi gejolak kita jaga rendah. Tapi rendahnya, rendah yang positif kan ada PDN yang rendah positif, rendah negatif, tapi kita yang positif. Karena tendensi dolar menguat kita jaga rendah tapi positif karena dolar kemungkinan meningkat, itu sudah kita jaga," pungkasnya.

 


(AHL)