Operasi Pasar Redam Kenaikan Harga Beras Riau

   •    Minggu, 11 Mar 2018 14:30 WIB
operasi pasar
Operasi Pasar Redam Kenaikan Harga Beras Riau
Beras. MI/BENNY BASTIANDY..

Pekanbar: Badan Urusan Logistik Divisi Regional Riau-Kepri mengklaim bahwa Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah atau OP-CBP yang digelar serentak secara nasional berhasil meredam meroketnya harga eceran beras di pasaran lokal.

"Dari pengamatan OP- CBP mampu menahan harga beras saat ini untuk tidak naik lagi seperti awal Januari 2018," kata Kepala Bulog Divre Riau - Kepri, Awaluddin Iqbal kepada Antara di Pekanbaru dikutip dari Antara, Minggu 11 Maret 2018.

Menurut Awaluddin Iqbal, beras berkualitas medium yang didistribusikan Bulog pada program OP-CBP ini menjadi alternatif pilihan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan beras dengan harga lebih murah dari eceran pedagang. Sehingga permintaan beras beralih ke yang ditawarkan Bulog dan berakibat terhadap turunnya permintaan pasar komersial.

"Tren kenaikan harga beras akibat demand dan suplly teredam," tuturnya.

Dikatakan Awaluddin Iqbal ini memang program pemerintah pusat secara nasional. Pemerintah secara serentak melalui gudang Bulog meluncurkan gerakan OP-CBP ke pasar pada awal Januari 2018.

Tujuannnya untuk meredam kenaikan harga beras pada awal tahun. Selain itu juga untuk menyikapi musim panen yang masih akan berlangsung pertengahan tahun. Beras yang digelontorkan ini kualitas medium diecer dengan harga Rp9.850 per kilogram.

"Pemerintah nyediakan kebutuhan beras dengan mudah dan murah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp9.850 per kilogram," ujarnya.

Menurut analisa dia sejak program OP-CBP ini digelontorkan, pendistribusian beras ke pasar ternyata mampu meredam kenaikan harga bahkan menurunkan harga beras walaupun tidak signifikan.

"Data kami saat ini harga beras dibeberapa pasar sudah mulai turun meski belum signifikan, " tegasnya yakin.

Ia menambahkan untuk proses pengeceran Bulog sudah bekerjasama dengan puluhan para pedagang kebutuhan pokok di pasar tradisional se Riau, juga Rumah Pangan Kita (RPK) yang telah menjadi mitra. Mereka harus memasang spanduk bertanda khusus untuk penjualan dan mencantumkan harga sesuai HET RpRp9.850, sehingga mudah diketahui masyarakat. Selain juga untuk memudahkan pengawasan jika ada yang mencoba menyelewengkan program tersebut dilapangan.

"Untuk program OP-CBP ini sementara akan terus digelar sampai dengan akhir bulan ini, namun bila diperlukan bisa diperpanjang sampai harga stabil, " pungkasnya.

Sementara itu Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru mencatat harga beras kualitas premium di sejumlah pasar tradisional setempat pekan ini mulai alami penurunan sebesar Rp500 per kilogram (kg).

"Pekan ini harga beras kualitas premium dengan merek Belida, Topi Koki dan Anak Daro turun Rp500 per kg dibandingkan minggu lalu," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru, Ingot Achmad Huta Suhut.

Ingot menjelaskan pekan lalu harga beras kualitas premium dengan merek Topi Koki dan Belida masih diecer Rp12.500 per kg, pekan ini turun menjadi Rp12.000 per kg. Penurunan ini sebutnya diperkirakan mulai menurunnya harga modal jual beras asal Palembang yang menjadi sumber dari kedua merek tersesebut.

Selain juga diperkirakan bertambahnya stok beras di sentra karena wilayah tersebut memasuki musim panen. "Dari informasi pedagang asal Palembang kini harga pembelian dari sentralnya memang turun, " tegas Ingot.

Perlu diketahui data dihimpun Antara dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pekanbaru, awal Januari telah terjadi kenaikan harga beberapa jenis dan kualitas beras di Pasar Pekanbaru.

Misalkan Belida dan beras Topi Koki semoatb naik masing-masing naik Rp100 per kilogram dari harga sebelumnya Rp12.500 per kilogram menjadi Rp12.600 per kilogram. Selanjutnya beras Ramos naik Rp1.000 per kilogramnya dari harga Rp13.000 per kilogram kini menjadi Rp14.000 per kilogram.

Sementara untuk beras jenis Pandan Wangi dan Mundam dan Anak Daro asal Sumbar naik masing-masing pada harga Rp14.000 dan Rp13.500 per kilogramnya. Selanjutnya beras Ramos naik Rp1.000 per kilogramnya dari harga Rp13.000 per kilogram kini menjadi Rp14.000 per kilogram.



(SAW)