BI Harap Implementasi GPN Sesuai Target

Eko Nordiansyah    •    Senin, 12 Mar 2018 17:47 WIB
BI Harap Implementasi GPN Sesuai Target
Bank Indonesia. Dok: MI.

Jakarta: Bank Indonesia (BI) berharap implementasi dari Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) berjalan sesuai dengan rencana. Hingga saat ini persiapan untuk pelaksanaan aturan yang dirilis akhir tahun lalu itu masih terus dimatangkan, dan akan benar-benar diberlakukan pada Juni 2018.

"GPN benar-benar on the right track (berjalan semestinya). Mulai dari logo, NSICCS (National Standard Indonesian Chip Card Specification), lembaga services, sudah ada," kata kata Direktur Eksekutif Departemen Elektronifikasi dan GPN BI Pungky Purnomo Wibowo di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, 12 Maret 2018.

GPN bertujuan untuk menciptakan sistem pembayaran dalam negeri yang saling terhubung dan dapat dioperasikan. Dengan GPN, maka pemrosesan transaksi pembayaran harus dilakukan di domestik, khususnya bagi alat pembayaran yang diterbitkan di dalam negeri dan dilakukan melalui kanal pembayaran di dalam negeri.

GPN sendiri diklaim akan mendorong efisiensi biaya infrastruktur teknologi perbankan. Selama ini biaya investasi teknologi masih tinggi karena industri perbankan enggan berbagi layanan teknologi seperti pada mesin perekam data elektronik (eletronic data capture/EDC) dan ATM.

Selama ini kartu debit dan kredit tertentu tidak bisa digunakan di semua mesin EDC. Meskipun diterima, biaya transaksinya akan tinggi. Dengan adanya GPN ini maka bisa menurunkan biaya transaksi dari awalnya tingkat merchant discount rate (MDR) sebesar dua sampai tiga persen kini menjadi satu persen.

Tak hanya itu, salah satu dampak impementasi GPN adalah pengaturan biaya yang dikenalan dalam transaksi top up uang elektronik (e-money). Meski banyak pro dan kontra pada awal penerapannya, namun pada akhirnya kebijakan ini mampu menurunkan biaya yang dikenakan kepada masyarakat.

"Dulu top up e-money Rp2.000 sekarang sudah menjadi Rp1.500. Seperti efisiensi transaksi, Transjakarta sehari 1,8 juta anggap saja 50 persennya top up off us jadi hanya 900.000. jadi efisiensi nya dikalikan saja 900.000 x Rp500 (sisa harga yang turun) itulah hasilnya," pungkasnya.
(SAW)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

4 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA