Asuransi Pertanian Cegah Petani Merugi akibat Gagal Panen

Anindya Legia Putri    •    Senin, 09 Oct 2017 19:05 WIB
berita kementan
Asuransi Pertanian Cegah Petani Merugi akibat Gagal Panen
(Foto: Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)

Metrotvnews.com, Ciamis: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjamin asuransi bagi petani yang mengalami gagal panen akibat bencana alam, seperti kebanjiran. Hal ini bertujuan agar para petani terhindar dari kerugian.

Hal tersebut disampaikan Mentan di hadapan ratusan petani, saat melakukan kunjungan kerja ke Ciamis, Jawa Barat, bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, Senin 9 Oktober 2017.

"Asuransi Pertanian ini adalah pertama dalam sejarah negara kita. Asuransi kami siapkan untuk sawah dan lainnya. Ini asuransi agar petani jauh dari kerugian. Ada banjir diganti, ada hama diganti. Seperti yang terjadi di Bojonegori,  ada banjir kami datang. Ini program Pak Presiden untuk selalu hadir di sisi petani," kata Amran.

Nominal yang akan diganti oleh pemerintah untuk petani yang mengalami kebanjiran sekitar Rp6 juta per hektare. "Saat ada asuransi dan biaya ganti rugi petani yang kena banjir sebesar Rp 6 juta, semua petani inginnya banjir terus. Petani di Ciamis jangan seperti itu, ya. Saya tahu orang di sini baik-baik semua,” ujar Mentan berkelakar, yang disambut tawa hadirin.

Mentan juga menjelaskan Presiden Joko Widodo memintanya melakukan pengawalan secara langsung.

“Petani harus tetap dimonitor oleh pemerintah sekali dalam seminggu. Targetnya selesai dalam jangka waktu satu tahun setengah, hingga tiba waktu panen buat sektor pertanian. Demi petani, kami siap bekerja demi kesejahteraan bersama, khusus buat petani di Indonesia,” ujar Amran.


(ROS)