HKTI tak Boleh Menjadi Kendaraan Politik

Gervin Nathaniel Purba    •    Minggu, 11 Feb 2018 12:30 WIB
HKTI tak Boleh Menjadi Kendaraan Politik
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko. Medcom.id/M. Rodhi Aulia.

Banjarmasin: Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal (Purn) TNI Moeldoko mengingatkan kepada seluruh anggota HKTI tidak terlibat ke dalam politik praktis. Apalagi tahun ini merupakan tahun politik.

"Pemilu sudah di depan mata. Jadi saya minta jangan jadikan HKTI kendaraan politik oknum tertentu," ujar Moeldoko di gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu, 10 Februari 2018.

Ia menegaskan bahwa HKTI bertujuan untuk mensejahterakan rakyat, khususnya kepada petani. Oleh sebab itu sebaiknya HKTI jangan terlibat dalam urusan politik praktis.

"Dalam politik praktis, di HKTI dilarang!" tegas Kepala Staf Presiden itu.

Moeldoko juga meminta para anggota HKTI untuk memahami antara politik pangan dan politik praktis. Jika menyangkut soal politik pangan maka HKTI harus maju demi memperjuangkan nasib petani.

"Dalam konteks politik pangan ok, tapi dalam politik praktis di HKTI dilarang. Tapi dalam rangka politik pangan, HKTI harus perjuangkan para petani," pungkasnya.
(SAW)


Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki
Di Tengah Krisis

Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki

1 hour Ago

Pejabat Turki mengatakan Qatar telah menjanjikan investasi senilai USD15 miliar berupa investas…

BERITA LAINNYA