Pestisida Palsu Ancam Petani Indonesia

Kabul Indrawan    •    Selasa, 14 Nov 2017 19:51 WIB
pertanian
Pestisida Palsu Ancam Petani Indonesia
Ilustrasi. Foto: Antara/Abriawan Abhe

Manila: Peredaran pestisida palsu di Pulau Jawa mulai memprihatinkan. Hasil survei lembaga riset Insight Asia. Sebanyak lima kabupaten yang menjadi sentra pertanian menggunakan pestisida palsu.

Kelima kabupaten yang disurvei antara lain Karawang, Subang, Brebes, Probolinggo, dan Jember. Sebanyak 26 petani yang diambil sebagai sampel mengaku telah menggunakan pestisida palsu yang dibeli dari toko tani terdekat.

Sayangnya, para petani baru menyadari pestisida yang dibelinya palsu setelah melakukan aplikasi pada tanaman.

Maftukin Kusen, petani asal Lamongan, Jawa Timur, yang diundang menjadi pembicara dalam Plant Science Premier 2017 Croplife Asia di Manila, Filipina, bercerita pengalamannya.

"Saya tidak mungkin melindungi tanaman dari serangan hama tanpa menggunakan pestisida. Kami perlu menggunakannya agar mampu menghasilkan produktivitas padi yang maksimal," kata Maftukin, Selasa 14 November 2017.

Padahal, produktivitas pertanian hanya akan maksimal jika petani menggunakan pestisida untuk membasmi organisme pengganggu tanaman (OPT).

Direktur Eksekutif CropLife Indonesia, Agung Kurniawan, mengatakan peredaran pestisida palsu berbahaya bagi keamanan pangan, kesehatan petani, dan lingkungan.

"Mutunya tidak dapat dipertanggungjawabkan," kata Agung.

Agung menambahkan kerugian negara karena produk palsu bisa mencapai Rp350 miliar per tahun.

"Kami berharap pemerintah lebih memberi perhatian terhadap peredaran pestisida palsu di pasaran," kata Agung.

Pemalsu pestisida bisa dijerat UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan UU No 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Jika terbukti, hukuman maksimal yang akan didapat pemalsu adalah 10 tahun penjara atau denda maksimal Rp5 miliar.

Agung mengimbau petani menghancurkan botol pestisida yang sudah dipakai. "Agar tak dipakai lagi oleh pemalsu pestisida," katanya.

Untuk mencegah peredaran pestisida palsu, Croplife sebagai organisasi yang bergerak dalam perlindungan tanaman dan bioteknologi, memberikan penyuluhan terhadap petani. Petani diimbau tak menggunakan pestisida palsu karena dampaknya buruk terhadap kesehatan dan hasil panen.




(UWA)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA