Gelombang Tinggi Surutkan Nelayan Melaut

   •    Minggu, 01 Apr 2018 15:10 WIB
nelayan
Gelombang Tinggi Surutkan Nelayan Melaut
Nelayan. ANT.

Banjarmasin: Gelombang tinggi yang terjadi di wilayah laut Jawa sejak Kamis, 29 Maret 2018, hingga saat ini menyebabkan kapal pelayaran rakyat dari pelabuhan Kalimas Surabaya tujuan Pelabuhan Martapura Baru, Banjarmasin dan sebaliknya tidak berani melaut.

Salah seorang nahkoda kapal pelra Iwan dari Surabaya Sabtu menginformasikan, bahwa kapalnya terpaksa belum bisa berangkat ke Banjarmasin karena gelombang cukup tinggi di laut Jawa. Begitu juga kapan pinisi lainnya, dari Banjarmasin tujuan Kumai, untuk mengangkut semen juga menunda pelayaran.

"Saya terpaksa bertahan di pelabuhan sini, karena kondisi cuaca yang sedang tidak baik," kata nahkoda KLM Madani dikutip dari Antara, Minggu, 1 April 2018.

Agen perusahaan Pelra H Bandu Daeng Manase mengatakan, sejak beberapa bulan terakhir, cuaca ekstrem sering terjadi, sehingga kapal terpaksa menunda pelayaran, hingga kondisi mereda.

"Kadang satu minggu, cuaca baik, tiba-tiba satu minggu kemudian, cuaca kembali buruk. Saat ini, cuaca memang sering tidak menentu," katanya.

Menurut Bandu, sejak adanya industri semen di Kalsel, Pelra yang sebelumnya sempat mati suri, pascaruntuhnya industri kayu, kini mualai kembali bergeliat.

Dalam satu bulan, tambah dia, 8-10 kapal Pelra kini bisa datang ke Pelabuhan Martapura Baru, Trisakti Banjarmasin.

"Hal tersebut berbeda dengan beberapa tahun lalu, mungkin dalam beberapa bulan, tidak ada kapal Pelra yang datang," katanya.

Tumbuhnya indusri di Kalsel, tambah dia, kini membuat angkutan tradisional tersebug, juga kembali bergeliat.

"Biasanya kapal-kapal yang datang dari Jawa Timur yang membawa berbagai kebutuhan pokok bagi warga Kalsel dan Kalteng, kembalinya akan mengangkut semen," jelas dia.

Sehingga, tambah dia, pulang maupun saat pergi, kapal-kapal tersebut, tetapi mendapatkan muatan.


(SAW)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

7 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA