Butuh Kegagalan untuk Menjadi Wirausaha Sukses

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 06 Sep 2018 15:19 WIB
wirausaha
Butuh Kegagalan untuk Menjadi Wirausaha Sukses
Peserta kompetisi Diplomat Success Challenge. (FOTO: dok DSC)

Jakarta: Bukan seorang wirausahawan jika belum pernah mengecap kegagalan. Di Indonesia, baru lima persen pemula dan perintis usaha yang sukses menjadi wirausahawan.

Pebisnis ‎Helmy Yahya mengungkapkan untuk menjadi seorang wirausahawan tidak cukup hanya sebatas ide. Namun perlu bekal ilmu yang cukup tinggi.

"Lalu, harus ada pengalaman praktis yang bisa membuat seseorang sukses dalam menjalankan wirausaha," ucap Helmy, yang merupakan ‎Dewan Komisioner sekaligus juri dan mentor di kompetisi wirausaha Diplomat Success Challenge (DSC) ke-9, dalam keterangan resminya, Kamis, 6 September 2018.

Dia mengakui seorang wirausahawan pemula akan melalui proses jatuh bangun dari usahanya. Faktor penyebabnya pun tak sedikit, mulai dari dukungan orangtua, hingga banyak dari pemula ini tidak melakukan analisis risiko bisnis dan kegagalan tatkala terjun sebagai pengusaha.

Helmy pun menyoroti peran wirausahawan ini melalui sebuah kompetisi DSC, yang memperebutkan total hibah modal usaha Rp2 miliar. Para wirausahawan ini ditantang untuk menguji penguasaan aspek strategi dan operasional bisnis (paham), solusi teknis dan inovasi (piawai), juga kepribadian sebagai pengusaha tangguh (persona).

Nantinya, peserta akan dikawal dan dibimbing tentang seluk beluk menjadi wirausaha, mulai dari inspirasi bisnis, perencanaan, kurasi, hingga evaluasi bisnis.

"Beberapa di antara mereka (peserta wirausaha DSC) itu ada yang tidak bisa berhitung, sehingga tidak tahu fixed cost (biaya tetap) dan variable cost (biaya tidak tetap) dalam bisnis," ucap Helmy.

Adapun peserta dalam kompetisi bisnis DSC bervariasi, ada yang baru mulai menjalankan usahanya, ada juga yang memerlukan hibah modal usaha untuk pengembangan usahanya.

"Kami pastinya sangat menghargai ide-ide otentik, sehingga ide harus genuine dan harus memberi manfaat bagi kalangan luas untuk mencontoh jadi wirausaha. Itu yang diinginkan," tukas Helmy.

 


(AHL)