Suku Bunga BI Turun, BEI: Investasi di Pasar Modal Lebih Menarik

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 28 Aug 2017 19:51 WIB
pasar modal
 Suku Bunga BI Turun, BEI: Investasi di Pasar Modal Lebih Menarik
Illustrasi. MI/PANCA SYURKANI.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) telah menetapkan suku bunga acuan 7 Days Repo Rate turun 25 basis points (bps) ke posisi 4,5 persen‎, dari sebelumnya lama bertengger di level 4,75 persen. Penurunan itu bakal menjadikan pasar modal sebagai rujukan baru bagi nasabah perbankan yang biasanya membenamkan dananya di perbankan.

Turunnya suku bunga acuan secara otomatis juga akan menarik turun suku bunga simpanan, khususnya deposito. Hal itu lah yang bakal membuat pasar modal menjadi lebih menarik untuk berinvestasi.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, turunnya suku bunga akan menekan bunga instrumen investasi di perbankan. 

"Sekarang potensi investasi kalau cuma 6-7 persen, mending pakai pasar modal. Rata-rata yang IPO hasilnya bagus," kata Tito, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin 28 Agustus 2017.

Apalagi, jika menilik kebelakang, beberapa proses penawaran umum perdana saham (IPO) perusahaan berhasil memberikan keuntungan yang tinggi. Sebab, banyak perusahaan yang mengalami kenaikan tinggi, bila dibanding pada saat merealisasikan pencatatan saham. 

Lihat saja, gerak saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) pada saat IPO sebesar Rp105 per saham, kini saham tersebut sudah naik tajam sempat menyentuh ke posisi Rp1.720 per saham. Selain itu, saham PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) pada saat IPO sudah sempa bertengger di level Rp1.790 per saham, padahal saat IPO cuma sebesar Rp110 per saham.

"Ini yang harus diinformasikan, gunakan instrumen pasar modal. Jadi penurunan BI rate berpengaruh secara long term. Mereka percaya bahwa investasi di pasar modal lebih menguntungkan," tutup dia.

BI memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate sebesar 25 basis poin (bps). Dengan begitu, BI 7 day reverse repo rate berada di level 4,5 persen dari sebelumnya sebesar 4,75 persen.

Penurunan ini juga diikuti dengan penurunan deposit facility serta lending facility sebesar 25 bps. Berlaku efektif, 23 Agustus 2017, deposit facility kini berada di level 3,75 persen sedangkan lending facility sebesar 5,25 persen.

"Penurunan suku bunga acuan ini akan diikuti dengan penurunan struktur suku bunga instrumen moneter lainnya," kata Gubernur BI, Agus Martowardojo.

Dirinya menambahkan, keputusan ini juga tak lepas dari terkendalinya inflasi pada 2017 bahkan diperkirakan hingga 2018. Selain itu posisi current account deficit (CAD) juga terkendali sehingga membuka peluang BI menurunkan suku bunga.

Selain itu, secara eksternal suku bunga the Fed dan normalisasi neraca the Fed semakin mereda. Kondisi ini tentunya memberikan peluang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga.

"Penurunan suku bunga diharapkan dapat memperkuat intermediasi perbankan sehingga memperkokoh stabilitas sistem keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," jelas Agus.



(SAW)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

18 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA