Menko Luhut Ingin Swasembada Garam Dipercepat 2019

Suci Sedya Utami    •    Senin, 28 Aug 2017 16:52 WIB
garam
Menko Luhut Ingin Swasembada Garam Dipercepat 2019
Illustrasi. ANT/Rosa Panggabean.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan menginginkan agar swasembada garam baik industri maupun konsumsi bisa dipercepat menjadi 2019 dari target 2020.

"Tadi soal swasembada, lebih cepat lagi kalau bisa 2019," kata Luhut usai rapat koordinasi soal garam di kantornya, Jakarta Pusat, Senin 28 Agustus 2018.

Luhut mau kebutuhan garam dalam negeri nantinya dipenuhi dari pasokan produksi garam nasional, atau dengan kata lain tak ada lagi impor.

Oleh karenanya, pemerintah saat ini tengah melakukan ekstensifikasi atau perluasan lahan produksi garam. Lahan-lahan produksi yang masih bermasalah diminta untuk diselesaikan pada tahun ini.

Adapun luas lahan garam di tanah air saat ini mencapai 40 ribu hektar (Ha) atau lebih besar dari perkiraan yang sebelumnya 30 ribu hektar. Lahan itu tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara untuk perluasan, kata Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini nantinya akan dibagi melalui tiga skema yakni lahan milik PT Garam, lahan milik private sektor yang mau masuk, dan juga rakyat yang bakal diberdayakan lagi hasil produksinya.

"Kita berdayakan supaya mereka bisa juga produksi ya 100 ton lah per hektar. Karena  kan rata-rata masih 70-80 ton," tutur dia.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Daglu Kemendag Oke Nurwan mengatakan sebenarnya Indonesia sudah swasembada pada 2012-2015 atau dengan kata lain mampu memenuhi kebutuhan dari produksi dalam negeri.

"Kalau impor sekarang krn kebutuhan kita ada anomali cuaca. 2016 ada yang dicarry over, 2017 ini yang enggak ada sisa lagi sehingga impor jalan terakhir," jelas Oke.





(SAW)