BP Batam Fokus Garap Industri MRO di Batam

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 13 Jun 2017 13:45 WIB
investasi di batam
BP Batam Fokus Garap Industri MRO di Batam
Deputi III Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam RC Eko Santoso Budianto (kedua dari kiri). (FOTO: MTVN/Anwar Sadat)

Metrotvnews.com, Batam: Pesatnya pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia mendorong Badan Pengusahaan (BP) Batam fokus menggarap industri perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO) di Batam.

"Industri ini (MRO) sangat potensial, apalagi wilayah Batam cukup strategis, dekat dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia. Kita punya lahan dan infrastruktur yang memadai untuk pembangunan MRO tersebut," kata Deputi III Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam RC Eko Santoso Budianto, dalam konferensi pers dan buka puasa bersama media, Senin malam 12 Juni 2017.

Saat ini, kata RC Eko, perusahaan penerbangan Lion Air sudah membangun industri MRO dan membangun dua hangar di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Luas lahan pembangunan MRO tersebut mencapai 29 hektare (ha).

"Yang sudah beroperasi saat ini, tahap pertama sekira 4 ha. Kenapa kita fokus pada industri MRO, kerena industri ini terus berkembang pesat, mampu bertahan lama dengan tingkat salary atau pendapatan karyawannya terbilang tinggi," jelasnya.




Dengan pendapatan atau gaji karyawan yang terbilang tinggi, sambung RC Eko, pemerintah daerah tidak disibukkan lagi dengan aksi-aksi demo buruh yang menuntut kenaikan upah. "Investor pun bisa merasa nyaman dan aman berinvestasi di Batam," ujarnya.

Ia menambahkan, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF), anak perusahaan PT Garuda Indonesia Tbk juga melirik pembangunan MRO di Batam. GMF bahkan sudah menandatangani nota kesepahaman dengan BP Batam untuk membangun MRO di kawasan Bandara Hang Nadim.

"GMF juga akan membangun fasilitas perawatan pesawat (hangar), dan fasilitas pendukung lainnya termasuk pengembangan gudang logistik," tambahnya. Fasilitas hanggar tersebut berdiri di atas lahan seluas 25.000 m2.

General Manager Marketing Bandara Hang Nadim Batam, Dendi, menambahkan, saat ini Lion Air sedang menggarap pembangunan hangar tahap berikutnya seluas 12 ha dari total 29 ha lahan yang sudah disiapkan.

"Industri MRO yang dibangun Lion Air dari seluruh total lahan yang disiapkan akan mampu menampung 50 pesawat, dengan jumlah tenaga kerja mencapai 8.000-10.000 orang," ujarnya.


(AHL)