Bahas Pendidikan Vokasi, Menperin Bertemu Menteri Ekonomi Swiss

   •    Jumat, 14 Jul 2017 16:06 WIB
kementerian perindustrian
Bahas Pendidikan Vokasi, Menperin Bertemu Menteri Ekonomi Swiss
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: MTVN/Desi Anggriani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto beserta pejabat Eselon I Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar pertemuan dengan Menteri Ekonomi Pendidikan dan Riset Swiss Johann N Schneider-Ammann dan delegasi.

"Pertemuannya berjalan baik. Banyak sektor yang bisa dikerjasamakan. Akan ada kunjungan state visit Presiden Joko Widodo ke Swiss, Oktober," kata Dirjen Ketahanan Pengembangan Akses dan Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Harjanto di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat 14 Jumat 2017.

Harjanto menyampaikan hal tersebut usai mendampingi Menperin Hartarto dalam pertemuan yang digelar di Ruang Garuda, Kemenperin, Jakarta.

Menurut Harjanto, terdapat beberapa hal yang dibahas oleh kedua negara, salah satunya kerja sama bidang pendidikan vokasi, di mana Swiss memiliki keunggulan.




Pemerintah Indonesia akan membangun beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di empat kawasan industri yang tengah digarap, yakni Politeknik di Morowali, Politeknik di Bantaeng, Batulicin, dan Semarang.

Sementara itu, Swiss akan berkontribusi dalam pembuatan kurikulum dan menyediakan tenaga pengajar, baik di sektor manufaktur maupun sektor lain, seperti pariwisata.

"Mereka memang unggul di bidang vokasi industri. Mereka sudah terbiasa membuat pendidikan vokasi selaras dengan kebutuhan industri," kata Harjanto.

Selain itu, kedua pihak juga membahas perkembangan Perundingan Indonesia-EFTA (European Free Trade Association) dan Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA).

"Kami berharap pembicaraan ini bisa segera disepakati, karena masih terdapat berbagai perbedaan posisi," tambah Harjanto.

Terkait dengan investasi, keduanya membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, seperti farmasi, industri berteknologi tinggi, serta makanan dan minuman.


(AHL)