Supaya Tidak Ditinggalkan Penumpang, Bus Harus Berinovasi

   •    Kamis, 29 Jun 2017 16:36 WIB
bus
Supaya Tidak Ditinggalkan Penumpang, Bus Harus Berinovasi
Bus. ANT/Ampelsa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo meminta seluruh operator bus meningkatkan kualitas pelayanan supaya tidak ditinggalkan masyarakat. Pasalnya seluruh moda transportasi pada mudik lebaran 2017 naik kecuali bus.

"Saya berpesan kepada operator bus, mari kita tingkatkan layanan dan mari kita lakukan inovasi-inovasi untuk peningkatan kualitas layanan karena kalau tidak dilakukan, bus ini akan ditinggal oleh penumpangnya," jelas Sugihardjo di sela kunjungannya di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis 29 Juni 2017.

Menurut dia, tren angkutan penumpang lebaran 2017 mengalami kenaikan kecuali bus padahal dulu menjadi primadona transportasi seluruh kalangan masyarakat. Sekarang masih diposisi dua tapi jumlahnya tidak signifikan, sementara udara yang tadinya kontribusinya kecil sekarang sudah nomor satu.

"Jadi artinya masyarakat sudah butuh kualitas pelayanan tidak semata-mata harga," katanya.

Sugihardjo menjelaskan bahwa Terminal Kampung Rambutan merupakan terminal favorit masyarakat karena faktor layanan dan keamananya yang baik.

"Dari terminal lama yang ada di Jakarta, Terminal Kampung Rambutan termasuk yang terfavorit artinya dari sisi infrastruktur siap, dari sisi layanan dan keamanan relatif baik. Sehingga ini termasuk yang diminati masyarakat yang pemberangkatan dari Terminal Kampung Rambutan," ujarnya.

Dalam kunjungannya, dia sempat melakukan pengecekkan salahsatu bus milik P.O Sinar Jaya. Hasilnya, bus dinyatakan laik jalan dan kemudian ditempel sticker tanda laik jalan dari Ditjen Perhubungan Darat.

Dia juga mengunjungi pos kesehatan yang tersedia di Terminal Kampung Rambutan. Pos kesehatan bertugas memeriksa kondisi kesehatan serta tes narkoba supir dan awak bus yang akan berangkat.

"Saat ini temuan untuk yang indikasi narkoba negatif, kebanyakan adalah hipertensi. Jadi kalau tensinya sudah diatas rata-rata normal 120 antara 130 sampai 150 itu kategori ringan dan sedang itu dirujuk ke dokter.

Biasanya kalau masih kategori ringan dan sedang diminta untuk istirahat cukup dan tidak boleh langsung berangkat dan oleh dokter diberikan obat penurun tensi. Tetapi kalau sudah mendekati 160 itu sudah lampu merah jadi tidak boleh berangkat. Beberapa yang tensinya tinggi itu dinyatakan tidak boleh berangkat karena membahayakan penumpang," pungkasnya.


(SAW)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

1 day Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA