Cerita Kepala Bappenas yang Gemar Order Go Food

Desi Angriani    •    Kamis, 10 Aug 2017 08:00 WIB
e-commerce
Cerita Kepala Bappenas yang Gemar Order Go Food
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perkembangan teknologi telah menggeser pola transaksi konvensional menjadi transaksi nonkonvesional atau berbasis daring. Perubahan tersebut tampak dari meningkatnya nilai transaksi industri perdagangan elektronik atau e-commerce.

Mengapa tidak, penduduk Indonesia tergiur dengan kemudahan dan layanan yang ditawarkan perusahaan e-commerce ini. Salah satunya Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Dia menjadi bagian dari 50 juta orang yang  gemar menggunakan jasa e-commerce. Bambang sapaannya, mengaku kerap memesan makanan via online atau Go Food dalam aktivitasnya sehari-hari.

"Saya termasuk 50 juta itu, tetapi saya tidak untuk beli baju, tetapi pesan makanan pakai Go Food," ujarnya, dalam seminar nasional big data, di Function Room Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu 9 Agustus 2017.

Namun, mantan menteri keuangan ini tak suka berbelanja barang seperti pakaian atau elektronik. Sebab, ukuran pakaian untuk tubuh Bambang katanya tak tersedia di online shopping. "Ya mendingan, kalau bentuk badannya normal tidak seperti saya ya beli bajunya melalui online saja. Karena ukurannya sudah standar," tuturnya.

Menurut Bambang layanan e-commerce sudah menjangkau seluruh pelosok. Warga tak perlu repot mendatangi sebuah tempat hanya untuk berbelanja atau membeli makanan. Apalagi warga di kota-kota besar cukup malas keluar rumah karena kondisi jalanan yang macet. Hal ini yang menyebabkan nilai transaksi e-commerce terus tumbuh dan menggeser transaksi konvensional.

"Sekarang tidak peduli makanan ada di mana sekarang bisa asal ada masuk di Go Food. Pola sudah berubah, semakin macet kota seperti Jakarta, Bandung juga macet, maka semakin malas orang keluar rumah," tuturnya.

Berdasarkan riset Online Shopping Outlook 2015 yang dikeluarkan oleh BMI research mengungkapkan nilai belanja online pada 2014 mencapai Rp21 triliun. Sedangkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sampai Januari 2016, pengguna internet di Indonesia mencapai 88,1 juta, di mana 48 persen merupakan pengguna internet harian.

Riset Markplus Insight dan majalah online marketeers di 2013 menunjukkan, dari 74,6 juta pengguna internet di Indonesia, 20 persen melakukan belanja online. Jumlah pengguna internet yang melakukan transaksi online masih kalah dengan Thailand, Filipina, Vietnam, Singapura, dan Malaysia yang mencapai 60 persen hingga 80 persen pengguna internetnya melakukan transaksi online.


(ABD)