BNI Cetak Laba Rp7,72 Triliun di Kuartal III-2016

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 13 Oct 2016 17:12 WIB
bni
BNI Cetak Laba Rp7,72 Triliun di Kuartal III-2016
Suasana saat jajaran direksi BNI memaparkan kinerja keuangan di kuartal III-2016 (Foto: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI membukukan laba bersih sebesar Rp7,72 triliun di kuartal III-2016. Perolehan laba sepanjang sembilan bulan tersebut mengalami peningkatan sebanyak 28,7 persen bila dibandingkan dengan perolehan laba sebesar Rp6 triliun di periode yang sama di 2015.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni menjelaskan, kenaikan laba bersih itu ditopang oleh kinerja penyaluran kredit BNI yang tumbuh stabil sejak kuartal I-2016, sehingga mendorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 15 persen.

"Laba BNI juga tumbuh berkat pendapatan berbasis komisi atau Fee Based Income (FBI) yang meningkat 20 persen," ujar Baiquni, ditemui dalam acara Paparan Kinerja Keuangan BNI Kuartal III-2016, di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Baca: BNI Dampingi Bank Victoria Peroleh Status Bank Devisa

Meski saat ini kondisi ekonomi cukup menantang, namun Baiquni menilai pertumbuhan laba masih cukup kuat yakni mampu tumbuh sebanyak 28,7 persen. Padahal, perekonomian Indonesia diperkirakan hanya tumbuh sekitar 5,1 persen sampai akhir 2016 ini.


Suasana saat jajaran direksi BNI memaparkan kinerja keuangan di kuartal III-2016 (Foto: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Adapun perolehan laba bersih ini tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan laba industri perbankan yang hanya 9,8 persen. Sedangkan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) tercatat sebesar Rp21,87 triliun atau naik 15 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya di Rp19,02 triliun.

"Net Interest Margin (NIM) kita juga masih terjaga di level 6,2 persen," jelas Baiquni.

Baca: Kemensos dan BNI Buka e-Warong di Bali

Lanjut Baiquni, laba juga ditopang oleh pendapatan nonbunga yang naik 20 persen di kuartal III-2016, dari posisi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,19 triliun menjadi Rp6,24 triliun.‎

Lebih lanjut, kata Baiquni, perolehan laba juga ditopang oleh pendapatan nonbunga yang mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp6,24 triliun di kuartal III-2016 atau naik sebanyak 20 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,19 triliun.

"Pendapatan nonbunga kami didukung oleh kenaikan FBI dari trade finance, pengelolaan rekening, dan bancassurance," pungkas Baiquni.‎


(ABD)