Tak Mau Disuap, Amran Minta KPK Berkantor di Kementerian Pertanian

M Rodhi Aulia    •    Sabtu, 15 Oct 2016 04:15 WIB
kementerian pertanian
Tak Mau Disuap, Amran Minta KPK Berkantor di Kementerian Pertanian
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

Metrotvnews.com, Bone: Menteri Pertanian Amran Sulaiman berusaha menjaga integritasnya dengan tidak mau melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Terutama saat dirinya menjabat sebagai menteri.

"Setelah saya jadi menteri, tidak punya sahabat, tidak punya saudara, tidak punya teman sekampung, tidak punya kepentingan (terselubung)," kata Amran, di sela-sela Panen Pedet (anak sapi), di Lapangan Sepak Bola Desa Hulo, Kecamatan Kahu, Bone, Jumat (14/10/2016).

Amran berujar, dirinya sempat didatangi seseorang yang mengaku bersahabat dengan dirinya di ruang kerja menteri pertanian. Seseorang itu menawarkan diri ikut tender pupuk.

"Ada yang masuk ke ruang kerja menteri. 'Pak menteri kita mau tender. Kita kan bersahabat'. Sini masuk. Mau tender apa? Bisa enggak, ada tender pupuk Rp10 miliar. Saya triliunan. Ada Rp2 triliunan di sana. Bapak ikut saja," ujar Amran menirukan percakapan tersebut.

Seseorang itu pun kegirangan. Seseorang yang tidak diungkapkan Amran identitasnya itu, mengucapkan terima kasih kepada Amran yang membuka jalan.

"Tapi, ada syaratnya," kata Amran.

Amran kemudian menunjukan kepada seseorang tersebut ruangan bertuliskan KPK. Katanya, ruangan tersebut merupakan kantor cabang yang ada di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan. Dia mengatakan jika ingin kerja sama tender dengannya harus ke ruangan tersebut. Namun, permintaan Amran itu justru membuat ketar-ketir mereka yang hendak berbuat nakal.

Sejak awal jadi menteri, Amran memang sudah meminta KPK menugaskan anggotanya di Kantor Kementerian Pertanian. Ruang kerja perwakilan KPK itu, sengaja berdekatan dengan ruang kerja menteri.

"Aku minta tolong tempatkan KPK di depan ruangan kami. (Sempat) tidak diberikan satu tahun. Kemudian kami undang mereka. Alhamdulillah sekarang ada KPK di kantor Kementerian Pertanian. Ada reskrim, ada jaksa. Tinggal pilih yang mana mau tangkap Anda," kata dia.

Hal ini Amran lakukan, agar dirinya bebas dari konflik kepentingan. Amran tidak mau tersandera dalam mengeksekusi program kerakyatan yang ditugaskan Presiden.

"Aku cinta tanah airku. Aku tidak mau mengkhianati bangsa. Nyawa pun aku siap pertaruhkan," tegas dia.



(MEL)