BLU Dana Hibah Masih dalam Tahap Harmonisasi Antarkementerian

Dheri Agriesta    •    Rabu, 30 Nov 2016 20:49 WIB
dana hibah
BLU Dana Hibah Masih dalam Tahap Harmonisasi Antarkementerian
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: MI/Rizky Ferdiansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah tengah menyiapkan Badan Layanan Umum (BLU) untuk menampung dana hibah dari luar negeri yang dapat digunakan untuk perbaikan lingkungan. Pembentukan BLU ini masih diproses di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk harmonisasi lintas kementerian.

Wakil Presiden Jusuf Kalla sadar dengan kebutuhan lembaga yang menampung dana hibah dari berbagai negara industri dunia itu.

"Sekarang BLU lagi dipersiapkan untuk menampung dana dari luar," kata JK di Hotel Shahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).

Pemerintah akan memanfaatkan dana itu untuk melakukan restorasi lahan gambut dan mereboisasi hutan. Perbaikan lingkungan ini mendapatkan keuntungan dari perdagangan karbon dengan negara industri dan negara maju dunia.

Keuntungan dari perdagangan karbon akan diinvestasikan kembali ke dalam perbaikan lingkungan dan hutan. "Begitu mekanismenya," kata JK.

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya mengatakan, pembentukan BLU untuk menampung dana hibah sedang diproses Kemenkumham. "Untuk harmonisasi lintas kementerian," kata Siti melalui pesan singkat kepada Metrotvnews.com.

Siti belum tahu kapan proses harmonisasi di Kemenkumham selesai. Kata dia, proses harmonisasi itu telah dimulai sejak Juni. Namun, Siti sadar butuh waktu untuk harmonisasi, mengingat ada banyak kementerian yang harus dikoordinasikan.

"Semua sudah saya konsultasikan, sekarang dihimpun pandanganannya di Kemenkumham," kata Siti.

Pemerintah membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) sebagai bukti keseriusan memperbaiki lahan yang rusak akibat kebakaran hutan. Badan yang dipimpin Nazir Fuad akan menjadi salah satu badan yang menggunakan dana hibah untuk memperbaiki lingkungan.

Indonesia pernah mendapat dana hibah dari Norwegia dengan nilai hampir USD1 miliar atas kesepakatan terkait lingkungan hidup. Hanya saja, uang yang bisa digunakan baru USD30 juta. Indonesia dan Norwegia pun meluncurkan kembali program ini sebagai bentuk kerja sama.

Selain Norwegia, Indonesia juga mendapatkan dana hibah dari Inggris sebesar USD3 juta. Sedangkan dari Amerika Serikat, Pemerintah mendapatkan bantuan dana hibah untuk pengelolaan hutan setelah kunjungan Presiden Jokowi ke Negeri Paman Sam itu. Amerika berkomitmen mencairkan USD2,9 juta sebagai permulaan.


(MBM)