Annual Meeting IMF-WB 2018

Pentingnya Tingkatkan Akses Keuangan bagi Perempuan

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 11 Oct 2018 23:49 WIB
IMF-World Bank
Pentingnya Tingkatkan Akses Keuangan bagi Perempuan
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Nusa Dua: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pentingnya meningkatkan akses keuangan bagi perempuan yang menjalankan usaha.

Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutan di acara Toronto Centre for Global Leadership in Financial Supervison. Acara ini membahas solusi untuk meningkatkan inklusi keuangan dan digital untuk kesetaraan gender.

"Memberikan kesempatan akses keuangan tidak hanya bagus untuk perempuan itu sendiri tapi juga untuk keluarganya," kata Ani di Nusa Dua, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018.

Dia bilang peningkatan akses keuangan bagi perempuan menjadi semakin mendesak. Alasannya bukan hanya karena kebutuhan untuk mengatasi masalah ketidaksetaraan namun juga karena sifat demografinya.

Populasi perempuan di Indonesia hampir setengah dari total populasi Indonesia. Jika dilihat dari usianya 86 juta perempuan berada pada usia produktif yaitu usia 20-64 tahun.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan perkembangan teknologi juga bisa meningkatkan akses keuangan bagi perempuan. Contohnya dengan hadirnya Go-Jek, banyak perempuan yang ikut terlibat.

Adanya layanan Go-Food memberikan kesempatan perempuan meningkatkan usaha ekonomi tanpa harus meninggalkan rumah. Teknologi ini menguntungkan baik bagi produsen maupun konsumen.

"Kebijakan pemerintah juga terbantu dengan adanya kemajuan teknologi. Dulu Pemerintah menggunakan pos untuk mengirimkan bantuan dana untuk masyarakat miskin. Tapi sekarang pemerintah langsung mengirimkan ke rekening bank langsung ke keluarga miskin. Ini juga menghilangkan biaya tinggi dalam melaksanakan kebijakan," tutur dia.

Dirinya juga menyoroti isu-isu yang dihadapi perempuan ketika mengakses keuangan. Setidaknya ada tiga alasan mengapa perempuan tidak meminjam dari bank.

Pertama tingkat bunga yang tinggi dibandingkan dengan pinjaman dari keluarga dan teman. Kedua prosedur dan dokumen yang rumit.

Ketiga kurangnya kebutuhan atau keinginan. Selain itu, persyaratan bank yang mewajibkan adanya agunan menjadi alasan lain mengapa pemilik usaha kecil khususnya perempuan tidak meminjam dari bank.

Lebih jauh dia menambahkan pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan akses keuangan bagi perempuan. Di antaranya pelatihan pengusaha, program literasi keuangan, meningkatkan pencairan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Rp120 triliun yang dialokasikan tahun ini menjadi Rp23,53 triliun.

Pemerintah juga telah meluncurkan dan menyalurkan skema kredit untuk usaha ultra mikro (UMi). Kementerian Koperasi dan UKM juga telah mengalokasikan sekitar Rp100 miliar di 2018 untuk membiayai perusahaan-perusahaan startup melalui lembaga pengelolaan dana, dengan suku bunga rendah 4,5 persen per tahun.

 


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

19 hours Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA