Kementan Dorong Budi Daya Sorgum Berbasis Korporasi Petani

M Studio    •    Senin, 17 Dec 2018 15:44 WIB
berita kementan
Kementan Dorong Budi Daya Sorgum Berbasis Korporasi Petani
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi (Foto:Dok.Kementan)

Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan pangan lokal. Salah satunya, budi daya tanaman sorgum.

Di Mataram, Nusa Tenggara Barat, terdapat UMKM yang bergerak di Industri Pangan Lokal, yaitu CV Yant Sorghum. Perusahaan yang diinisasi Yanti itu  membudidayakan tanaman sorgum di areal seluas 50 hektare (ha) dengan petani binaan 200 orang dan mengusung konsep korporasi petani.

Korporasi petani adalah model bisnis yang dikembangkan Kementan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Model bisnis ini diharapkan memberi nilai tambah bagi produk pertanian dan peningkatan nilai tawar produk di pasar.

"Kami sangat mendukung dan mendorong pengembangan pangan lokal. Model yang dikembangkan Ibu Yanti merupakan contoh pengembangan industri pangan lokal yang akan kami kembangkan tahun depan," ucap Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi.

Dengan konsep korporasi, Yanti mengerakkan 200 petani yang tersebar di Kabupaten Lombok Utara,  Lombok Timur,  Lombok Tengah, dan Lombok Selatan untuk membudidayakan tanaman sorgum. 

Sorgum merupakan tanaman yang  menghasilkan Zero Waste Product.  Biji sorgum dapat diolah menjadi tepung, pakan ternak, nasi, dan biskuit. 

Batang sorgum dapat diolah menjadi gula, pakan sapi, kompos, dan permen. Sedangkan  daunnya dapat diolah menjadi kompos, pewarna alami, dan keripik.

"Perusahaan kami mencoba mengolah (sorgum) semaksimal mungkin. Biji, batang, dan daunnya kami olah seluruhnya," kata Yanti.

Bisnis model yang diterapkan Yanti dilakukan dengan menggerakkan wanita-wanita tani melalui model korporasi petani. Hasil panen dibeli oleh CV Yant Sorghum, kemudian dilakukan pengolahan yang meliputi proses penggilingan, penepungan, hingga mencapai produk jadi.

Produk yang dijual meliputi beras sorgum, tepung sorgum, gula cair sorgum, kue kering, minuman kesehatan sorgum, popcorn sorgum, keripik daun sorgum, kerupuk sorgum, serta dendeng daun sorgum. 

Dari segi pemasaran, konsumen dapat membeli langsung kepada penjual. Metode yang dilakukan ini dapat mengurangi rantai pasok yang panjang, sehingga harga lebih kompetitif.

Petani yang berkerja sama dengan CV Yant Sorghum dapat menikmati hasil panen. Setiap kali panen, petani akan dapat mengantongi hasil sekitar Rp25 juta/ha dengan biaya produksi Rp6-7 juta/ha. 

Dengan kondisi agroklimat di NTB, tanaman sorgum dapat panen hingga empat kali setahun. Dengan perkiraan ini, petani dapat mengantongi pendapatan bersih lebih Rp60juta/ha dalam satu tahun.


(ROS)


PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

2 days Ago

Perlakuan pengenaan pajak pendapatan nilai (PPN) untuk avtur bagi penerbangan domestik di Indon…

BERITA LAINNYA