Garuda Buka Opsi Kuasai Saham Sriwijaya Air

Ilham wibowo    •    Jumat, 21 Dec 2018 17:16 WIB
garuda indonesiasriwijaya air
Garuda Buka Opsi Kuasai Saham Sriwijaya Air
Direktur Utama Garuda Indonesia Askhara Denadiputra. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Jakarta: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membuka peluang untuk mengambil alih saham mayoritas maskapai penerbangan Sriwijaya Air Group. Prosesnya saat ini masih dikaji tim ahli yang ditunjuk.

Direktur Utama Garuda Indonesia Askhara Denadiputra mengatakan bahwa pihak Sriwijaya Air saat ini memiliki kewajiban membayar utang kepada Garuda Maintenance Facilty (GMF) AeroAsia. Nilai utang tersebut tengah dikaji untuk bisa dikonversikan menjadi saham.

"Opsi memang ada sampai dengan 51 persen kepemilikan saham dan kemungkinan bisa saja. Kita menunggu dari advicer konsultan apakah utangnya ke GMF bisa dikonversi dalam bentuk saham," kata ujar Askhara di The Atjeh Connection, Sarinah Building, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018.

Kewajiban Sriwijaya Air dalam membayar utang khususnya kepada perusahaan BUMN tergolong besar. Askhara menyebut Sriwijaya memiliki utang USD58 juta atau setara Rp840,73 miliar (kurs Rp14.494 per USD) kepada GMF.

Selain itu, Sriwijaya juga terlilit utang dengan PT Pertamina (Persero) sebesar USD60 juta atau setara Rp869,68 miliar serta dengan pihak BNI sekitar Rp500 miliar.

"Kita juga akan konsul dengan kementerian BUMN untuk pengambilalihan saham ini karena ini semua harus minta izin dari Kemen BUMN. Mudah-mudahan besar kemungkinan ambil sahamnya, kita selalu positif," ucapnya.

Askhara menambahkan jalinan kerja sama Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air beberapa waktu silam  membuahkan hasil positif. Kesepakatan dalam bentuk kerja sama operasi (KSO) ini tercatat meningkatkan performa kinerja keuangan selama November 2018.

"Memang kita butuh aliansi dan kita melihat Sriwijaya standar safety sudah cukup baik mendekati Garuda, tapi kita ingin samakan dengan Garuda," pungkas dia.

 


(AHL)