Genjot Pertumbuhan Pariwisata, AP I Kembangkan Lima Bandara

Husen Miftahudin    •    Senin, 28 Nov 2016 14:28 WIB
bandara
Genjot Pertumbuhan Pariwisata, AP I Kembangkan Lima Bandara
Illustrasi Bandara. MI/RENDY.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Angkasa Pura I (Persero) berencana mengembangkan lima bandara pengelolannya. Kelima bandara tersebut adalah Bandara Achmad Yani Semarang, Syamsudin Noor Banjarmasin, New Yogyakarta Kulon Progo, Juanda Surabaya, dan Hasanuddin Makassar.

Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi AP I, Novrihandri mengungkapkan, pengembangan kelima bandara itu sejalan dengan target pemerintah dalam menggenjot sektor pariwisata. Kelima bandara itu membutuhkan pendanaan sekitar Rp25 triliun hingga 2020.

"Potensi pertumbuhan pariwisata di wilayah kita itu signifikan. Kebetulan inline (sejalan) dengan rencana pemerintah yang lagi getolnya mengembangkan pariwisata. Nah, kami siap untuk support itu," ujar Novrihandri di Gedung BEI, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Senin (28/11/2016).

Pada 2016, pertumbuhan penumpang yang ada di bandara-bandara pengelolaan AP I rerata sebesar lebih dari 24 persen. Paling tinggi pertumbuhan penumpang di Bandara Sam Ratulangi Manado sebanyak 56 persen.

"Itu juga didrive oleh pariwisata. Kebetulan pemerintah daerah trigger untuk mengembangkan pariwisatanya sehingga kita bisa membuat rute baru dari Tiongkok langsung ke Manado," ungkapnya.



Sementara lima bandara yang akan dkembangkan, pertumbuhan penumpangnya secara industri rata-rata sekitar 7 hingga 8 persen untuk tahun ini. Melihat pertumbuhan penumpang yang cukup signifikan ditambah tiga bandara mengalami kelebihan kapasitas hingga 300 persen, maka perseroan menyatakan akan mengembangkan lima bandara tersebut agar kenyamanan penumpang semakin terjamin.

"Bandara kita itu punya standar internasional yang harus kita lewati. Misalkan terminal domestik itu harus 14 meter persegi kenyamanannya, internasional 17 meter persegi. Nah ini kita mencoba membuat itu terjadi, supaya kenyamanan bagi penumpang itu juga lebih baik," pungkas Novrihandri.


(SAW)