Menteri Pertanian: Mafia Beras Harus Dibongkar Sampai Akar-akarnya

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 14 Oct 2016 19:04 WIB
kementerian pertanian
Menteri Pertanian: Mafia Beras Harus Dibongkar Sampai Akar-akarnya
Menteri Amran Sulaiman di sela-sela Panen Pedet (anak sapi), di Lapangan Sepak Bola Desa Hulo, Kecamatan Kahu, Bone, Jumat (14/10/2016). (Foto: Metrotvnews.com/M Rodhi Aulia)

Metrotvnews.com, Bone: Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengapresiasi Bareskrim Polri terkait penetapan lima pelaku oplos beras sebagai tersangka. Amran mendesak Polri mengusut tuntas mafia beras ini.

"Ini menyakitkan orang kecil, menyakitkan petani. Kami minta dibongkar sampai akar-akarnya," kata Amran di sela-sela Panen Pedet (anak sapi), di Lapangan Sepak Bola Desa Hulo, Kecamatan Kahu, Bone, Jumat (14/10/2016).

Amran mengaku pengadaan beras di Indonesia masih dihantui oleh para mafia. Amran tidak ingin para mafia itu diberi nafas lagi.

"Ini enggak boleh dibiarkan. Ini adalah wilayah orang kecil. Jangan diganggu. Kami minta tegas dibongkar sampai akar-akarnya," tegas dia.

Arman terus berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum untuk memberangus para mafia di dunia pangan. Tidak hanya beras.

Amran mengaku senang, mafia di bidang perpupukan relatif dapat diberangus. Setidaknya puluhan orang sudah dipenjarakan terkait permainan haram di bidang pupuk.

"Kami berterima kasih kepada Polri. Dulu ada masalah pupuk. Oplos pupuk ada 40 yang dipenjarakan. Alhamdulillah sekarang sudah tersedia pupuk (yang baik)," ucap dia.

Amran memiliki cara khusus agar mafia pangan ini dapat diberangus. Amran tidak akan pernah kompromi dengan siapapun untuk melanggengkan dunia mafia pangan.

Sebelumnya, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menetapkan lima orang tersangka kasus beras oplosan bersubsidi. Bareskrim langsung memeriksa kelima tersangka itu.

Salah satu dari lima tersangka itu adalah Kepala Bulog Divisi Regional DKI Jakarta-Banten, Agus Dwi Irianto. Sementara empat tersangka lainnya merupakan distributor beras ilegal yakni TID, SAA, CS dan J.



(MEL)