Target 20 juta Wisman, Pemerintah Sebaiknya Tak Pikirkan Advertising

Anggitondi Martaon    •    Senin, 19 Sep 2016 20:25 WIB
berita dpr
Target 20 juta Wisman, Pemerintah Sebaiknya Tak Pikirkan Advertising
Wisman belajar membuat wayang di Kampung Patehan, DI Yogyakarta. Foto: Antara/ Hendra Nurdiyansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Panitia Kerja (Panja) Pemasaran dan Distinasi Pariwisata Komisi X DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan beberapa ahli. Tujuannya, untuk mencari masukan dan mengawal program pemerintah mendatangkan 20 juta Wisatawan Manca Negara (Wisman) hingga 2019 nanti.

Pakar yang diundang RDP kali ini yaitu Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia, Badan Promosi Pariwisata Indonesia, Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia, Badan Sertifikasi Profesi dan Masyarakat Pariwisata Indonesia.

"Di Panja ini kan ingin memastikan target dari Presiden Jokowi bisa dikawal. Ini strateginya gitu, Presiden menginginkan pada tahun 2019 target wisman 20 juta," ‎kata Wakil Ketua Komisi X Utut Adianto di Gedung Nusantara I Komplek Parlemen, Senayan, Senin (19/9/2016).

Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, pada umumnya pakar tidak mempermasalahkan  ‎program pemerintah untuk mencapai target melalu branding dan advertising. Hal itu dilakukan agar Wisman mengetahui potensi wisata Indonesia.

"Kita bedah lagi dari anggaran Kemenpar 2016 dari Rp4 trliunan itu, sekitar Rp2 triliun untuk branding. Ya kalau di iklankan orang mungkin aware," ungkap dia.

Namun, hal itu tidak dinilai tidak cukup. Sebab, pakar berpendapat bahwa inti dari pariwisata yang diberikan harus mengedepankan pelayanan terhadap orang yang berkunjung.

"Kalau orang yang berwisata apa seh yang utama? Orang pengen bersih, nyaman dan aman. Kalau dilihat di daerah masih sangat kurang. Infrastruktur bener, tapi servis juga yang utama," sebut dia.

Dirinya pun kemudian menganalogikan branding yang dilakukan oleh pemerintah terhadap potensi wisata Karimunjawa, Jepara.

"Kunjungi karimunjawa, One of most exotic place in the World, sampai sono ga ada listrik, ga ada pompa bensin," sebut dia.

Oleh karena itu, Panja Pemasaran dan Distinasi Pariwisata berencana kembali mengundang beberapa pakar lainnya untuk membedah lebih dalam program yang telah diterapkan pemerintah.

"Tentu Panja akan mengundang satu dua ahli lagi khususnya pembahasan tantangan anggaran 2017. Apakah sudah benar langkah itu (branding dan promosi), apakah kita masih perlu bisa evaluasi lagi?" pungkas dia.


(ROS)