Nilai Investasi Tiongkok ke Kalbar Capai USD100 Juta

   •    Senin, 04 Dec 2017 14:15 WIB
investasi asing
Nilai Investasi Tiongkok ke Kalbar Capai USD100 Juta
Illustrasi. MI/Susanto.

Pontianak: Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengatakan sampai saat ini, nilai investasi asing dari Tiongkok yang masuk ke provinsi itu sudah mencapai lebih dari USD100 juta.

"Dari nilai investasi Tiongkok yang masuk ke Kalbar saat ini sudah mencapai USD100 juta lebih," kata Cornelis di Ponianak, dikutip dari Antara, Senin, 4 Desember 2017.

Dia menjelaskan, investasi di Kalimantan Barat masih menjadi daya tarik investor luar negeri termasuk Tiongkok yang memang sudah sejak lama berinvestasi di Kalbar.

"Untuk itu, kita kembali membuka peluang, sehingga Atase Perdagangan Tiongkok Wang Liping, sengaja berkunjung ke Kalbar untuk melihat peluang investasi di Provinsi paling Barat Pulau Kalimantan ini," katanya.

Sementara itu, Wang Liping mengaku sudah beberapa kali datang ke Kalbar. Misalnya pada peresmian Jembatan Pak Kasih Tayan. Pria yang tidak bisa berbahasa Indonesia itu melalui penterjemahnya mengaku kagum dengan pidato yang hebat dari Gubernur Kalbar Cornelis ketika peresmian jembatan terpanjang di Pulau Kalimantan.

"Ke depan investasi Tiongkok di Kalbar akan lebih tinggi. Kalbar kaya sumber daya alam, perikanan, pertambangan yang masih bisa," tuturnya.

Menurutnya, Pemprov Kalbar membuka peluang investasi bagi investor misalnya PT WHW AR di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, di bidang tambang bauksit dan pengolahannya.

"Modalnya dari Tiongkok, akan menyusul lagi investor dari perusahaan Jing Jiang dari Shanghai. Ini sedang dipersiapkan, " kata Cornelis.

Cornelis berharap agar investasi Jing Jiang yang sudah disepakati dan mulai awal tahun sudah dapat berjalan. Provinsi Kalbar juga masih banyak memiliki peluang-peluang investasi yang dapat dikembangkan bersama-sama investor dari Tiongkok.

Peluang invetasi yang dapat dikembangkan diantaranya, di sektor kelautan, perikanan, di sektor pertanian, perkebunan maupun sektor perkayuan walaupun sudah banyak pemegang HPH yang bangkrut namun dapat dibangun kembali.

"Demikian juga dengan industri minyak sawit (CPO) karena pelabuhan internasional di Kijing Mempawah sebentar lagi dibangun sehingga akan memudahkan ekspor CPO langsung ke negara tujuan," pungkas dia.


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA