Bidik Pasar Indonesia, Investor Korsel Tanam Modal USD1,9 Miliar

Desi Angriani    •    Rabu, 06 Dec 2017 21:33 WIB
indonesia-korea
Bidik Pasar Indonesia, Investor Korsel Tanam Modal USD1,9 Miliar
Ilustrasi. (ANT/Sigid Kurniawan).

Jakarta: Sebagai salah satu pasar terbesar di Kawasan Asia Tenggara,  Indonesia menjadi magnet bagi banyak negara maju. Hal ini mengingat jumlah populasi penduduk Indonesia mencapai 40 persen dari total penduduk di ASEAN.

Chief Economist Standard Chartered Bank (SCB) Korea Chong Hoon Park mengatakan potensi tersebut menyebabkan Indonesia menjadi incaran investor asal Korea Selatan.

Pihaknya berencana menanamkan modal sebesar USD1,9 miliar ke Indonesia dari total USD2,6 miliar yang diinvestasikan ke negara-negara ASEAN.

"Tiongkok dulu market utama Korea Selatan tapi dengan kemunduran perlu pasar lain disasar salah satunya Asean terutama Indonesia. Secara ekonomi Indonesia market sharenya 40 persen paling tinggi di ASEAN," katanya dalam acara SCB Investment Forum di Raffles Hotel Ciputra World, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Desember 2017.

Chong Hoon mengungkapkan sebelumnya Korea Selatan hanya fokus membidik Jepang, Tiongkok, dan Rusia. Namun seiring perkembangan pembangunan di Indonesia, Korea Selatan pun ingin memperluas hubungan ekonomi kedua negara.

Dia menjelaskan dana tersebut diproyeksikan untuk pembangunan infrastruktur, energi, dan jalur kereta api, termasuk sektor properti untuk membangun perumahan di Indonesia.

"Apa saja yang akan disasar paling utama infrastruktur, energi, jalur kereta api, kemudian inisiatif pembangunan lain," imbuh dia.

Selain itu, investasi yang disasar negera ginseng ini mayoritas ke sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja.

"Investasi di Indonesia oleh Korea lebih kepada tenaga kerja kayak garment, tekstil. Pokoknya yang melibatkan banyak tenaga kerja yang besar," tutup dia.


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA