Kemenaker Imbau Pengusaha Sering Berdialog dengan Pekerja

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 14 Mar 2018 19:09 WIB
berita kemenaker
Kemenaker Imbau Pengusaha Sering Berdialog dengan Pekerja
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang (Foto:Dok)

Jakarta: Para pekerja dengan pengusaha harus melakukan dialog intensif dalam mengurangi permasalahan hubungan industrial. Dengan adanya dialog dalam manajemen perusahaan diyakini dapat mengurangi konflik yang kerap terjadi antara para pekerja dengan pengusaha.

“Ini harus menjadi perhatian untuk menjalin dialog yang intens untuk mencari solusi terbaik sehingga permasalahan terkait hubungan industrial hanya ada dalam lingkup  perusahaan dengan pekerja yang ada. Jadi tidak keluar yang tidak berkaitan langsung dengan sektor usaha,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PHI-JSK) Haiyani Rumondang saat memberikan pembekalan pada Musyawarah Nasional (Munas) X Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis, 14 Maret 2018.

Haiyani mengatakan pihaknya akan terus mendorong dialog antara dunia usaha dengan para serikat pekerja yang bergerak di sektor kelapa sawit. “Bapak, ibu harus pahami bahwa Indonesia memiliki UU khusus tentang serikat pekerja. Serikat pekerja tidak hanya ada di dalam perusahaan tapi juga  dapat melibatkan pekerja di luar perusahaan termasuk yang angkat dan angkut hasil perkebunan kelapa sawit,” ujar Haiyani.

Selain itu, lanjut Haiyani, diperlukan sinergitas antara pengusaha dengan pekerja untuk mewujudkan adanya perlindungan yang optimal dan peningkatan kesejahteraan bagi para pekerja yang lebih baik.

“Saya ingatkan agar  para pekerja juga diikutkan kepesertaan jaminan sosial serta diperhatikan dengan benar terkait kesehatan dan keselamatan kerjanya. Sebelum saya ke sini, saya berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan supaya Munas hari ini bisa membahas permasalahan-permasalahan terkait jaminan sosial pekerja dan mencari solusinya,” jelasnya.

Terkait banyaknya isu negatif perkebunan kelapa sawit, Haiyani meminta supaya para pelaku industri kelapa sawit tidak hanya mengungkapkan fakta, tapi juga prestasi. “Bapak ibu dapat memberikan opini-opini positif yang mampu mendukung industri kelapa sawit sehingga opini yang sekarang ada bisa bergerak dari yang negatif menjadi positif,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi keberhasilan sektor kelapa sawit khususnya terkait penyerapan angkatan kerja.“Sektor kelapa sawit yang makin maju akan membuka lapangan pekerjaan yang luas dan bisa mengurangi pengengguran,” katanya.

Haiyani juga meminta supaya sektor kelapa sawit turut membantu pemerintah dalam memberikan pelatihan-pelatihan terhadap angkatan kerja guna meningkatkan kompetensi mereka.

“Saat ini pemerintah sedang menggalakkan upaya peningkatan konmpetensi dengan cara memperbaiki akses dan mutu pelatihan kerja. Saya harap sektor kelapa sawit dapat berperan positif dalam hal ini,” kata dia.


(ROS)