Akademisi: Desain Pangan Indonesia Dirusak IMF

Kautsar Widya Prabowo    •    Senin, 12 Mar 2018 19:09 WIB
imf-world bank
Akademisi: Desain Pangan Indonesia Dirusak IMF
Akademisi Universitas Mercu Buana Didik J Rachbini. (FOTO: ANTARA/Dhoni)

Jakarta: Akademisi Universitas Mercu Buana Didik J Rachbini menyatakan desain pangan Indonesia telah dirusak oleh International Monetary Fund (IMF) dengan menghancurkan peran Bulog. Hal ini terjadi saat IMF masih menjadi kreditur utang Indonesia pada 1998.

"Desain pangan kita yang terbaik dirusak oleh IMF dengan menghancurkan Bulog karena alasan Korupsi," ujar Didik, dalam Focus Group Discussion bertajuk "Menakar Kesiapan Indonesia Melaksanakan Annual Meetings IMF", di Gedung Metro TV, Jakarta, Senin, 12 Maret 2018.

Dia menjelaskan, zaman Soeharto dahulu, presiden kedua Indonesia itu menyerap pemikiran orang-orang pintar untuk diterapkan di Bulog. "Kalau panen ditarik semua dari Bulog, Bulog tidak menyerap (beras) jadi tinggi, kalau sudah tinggi disuplai banyak," jelasnya.

Selain itu, tambah dia, saat ini peran beras cukup membebani inflasi karena memberikan pasokan pangan bagi masyarakat.

"Bobot beras terhadap inflasi terlalu berat, harus dikurangi lagi, jadi harga beras dinaikkan lagi tidak apa-apa," ujarnya.

Dia menambahkan, IMF yang menganut struktur kekuasaan berdasarkan saham terbesar dapat merusak identitas Indonesia, karena sistem tersebut dianut oleh negara-negara kuat untuk menindas negara lemah.

"Negara-negara G20 mempelopori, bukan sekadar reformasi tapi harus dilegitimasi, Bank Indonesia (BI) malah memberi porsi, bergaul tidak apa-apa, tapi harus sebatas jadi LSM saja, kalau tidak bahaya," pungkasnya.

 


(AHL)