Darmin: Korban Proteksionisme Dagang Trump Berpotensi Lari ke Indonesia

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 15 Mar 2018 20:29 WIB
pedagang kaki lima (pkl)
Darmin: Korban Proteksionisme Dagang Trump Berpotensi Lari ke Indonesia
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Dokumentasi : Setkab).

Jakarta: Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan dampak dari kebijakan proteksionisme Amerika Serikat, terutama untuk produk besi dan baja tidak besar bagi Indonesia.

Hal itu karena produk yang tengah diproteksi AS bukan produk yang sama dengan produk yang diekspor Indonesia ke negara tersebut. Indonesia lebih banyak mengekspor komoditas seperti lemak minyak hewan nabati, disusul, pakaian jadi bukan rajutan dan alas kaki ke Negeri Paman Sam.

"Kalau soal proteksionisme, kita kan persaingan dengan AS tidaklah banyak, produk kita dengan AS beda. Sehingga kalau dia melakukan proteksionisme, tidak terlalu banyak kena produk kita," kata Darmin di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Maret 2018.

Namun demikian, kebijakan proteksionisme Presiden Donald Trump perlu juga diwaspadai, sebab, menurut Darmin Indonesia akan terpengaruh dari sisi sebagai negara pelarian produk ekspor tersebut.

Dia bilang, kebijakan tersebut akan mengakibatkan negara penghasil besi baja dan aluminium yang selama ini berjualan di AS akan terhambat dan akan mencari pangsa pasar lain, termasuk ke Indonesia. "Pengaruhnya akan ada ke sana, dia mulai cari pasar lain," kata mantan Gubernur Bank Indonesia ini.

Lebih jauh, apabila produk dari negara korban kebijakan Trump masuk ke Indonesia dengan menawarkan harga yang relatif murah dibanding produk besi baja aluminium ciptaan Indonesia, industri dalam negeri akan mengalami dampaknya.

 


(SAW)