Harga Gabah Kering di Tingkat Petani Naik 3,64%

Ilham wibowo    •    Senin, 03 Dec 2018 15:45 WIB
harga gabahpetanibps
Harga Gabah Kering di Tingkat Petani Naik 3,64%
Ilustrasi gabah kering - - Foto: MI/ Tosiani

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) merilis perkembangan harga gabah kering panen di tingkat petani selama November 2018. Kenaikan terjadi sebesar 3,64 persen pada bulan ini dibanding bulan sebelumnya. 

Kepala BPS Suhariyanto memaparkan survei monitoring harga produsen gabah selama November 2018 dilakukan terhadap 1.690 observasi transaksi penjualan gabah di 29 provinsi terpilih. Hasilnya, transaksi gabah kering panen (GKP) sebesar 70,30 persen, gabah kering giling (GKG) 11,12 persen, dan gabah kualitas rendah 18,58 persen. 

"Selama November 2018, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.116,00 per kg atau naik 3,64 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.212,00 per kg atau naik 3,43 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada Oktober 2018," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers di kantor BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Senin, 3 Desember 2018.

Rata-rata harga GKG di petani Rp5.646,00 per kg atau naik 3,28 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.754,00 per kg atau naik 3,34 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.739,00 per kg atau naik 0,95 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.841,00 per kg atau naik 1,23 persen. 

Dibandingkan bulan lalu, rata-rata harga GKP di tingkat petani selama November 2018 naik sebesar Rp179,00 per kg (3,64 persen) menjadi Rp5.116,00 per kg, GKG di tingkat petani mengalami kenaikan sebesar Rp179,00 per kg (3,28 persen) menjadi Rp5.646,00 per kg. Untuk Rata-rata harga gabah kualitas rendah juga mengalami kenaikan sebesar Rp45,00 per kg (0,95 persen) menjadi Rp4.739, 00 per kg. 

Selama November 2018, harga tertinggi di tingkat petani Rp7.600,00 per kg dan di tingkat penggilingan Rp7.728,00 per kg. Sementara harga terendah di tingkat petani dan tingkat penggilingan masing-masing Rp3.700,00 per kg dan Rp3.735,00 per kg. 

Harga tertinggi di tingkat petani dan tingkat penggilingan berasal dari GKP varietas IR 42 yang terjadi di Kec. Rambatan, Kab. Tanah Datar (Sumatera Barat). Sementara itu, harga terendah berasal dari kualitas rendah varietas Mekongga dan Ciherang yang terjadi di Kec. Tenjolaya dan Kec. Cigombong, Kab. Bogor (Jawa Barat), sedangkan di tingkat penggilingan berasal dari kualitas rendah varietas Mekongga yang terjdi di Kec. Tenjolaya, Kab. Bogor (Jawa Barat). 

"Dibandingkan November 2017, rata-rata harga di tingkat petani pada November 2018 untuk GKP mengalami kenaikan sebesar 5,18 persen atau Rp252,00 per kg, GKG naik sebesar 0,95 persen atau Rp53,00 per kg, dan gabah kualitas rendah naik sebesar 5,45 persen atau Rp245,00 per kg," paparnya.

Dibandingkan bulan lalu, rata-rata harga GKP di tingkat penggilingan selama November 2018 naik Rp173,00 per kg (3,43 persen) menjadi Rp5.212,00 per kg, GKG naik Rp186,00 per kg (3,34 persen) menjadi Rp5.754,00 per kg, dan gabah kualitas rendah naik Rp59,00 per kg (1,23 persen) menjadi Rp4.841,00 per kg. 

Sementara jika dibandingkan dengan November 2017, rata-rata harga di tingkat penggilingan pada November 2018 untuk semua kualitas GKP mengalami kenaikan 5,27 persen yaitu sebesar Rp261,00 per kg, kualitas GKG naik 1,16 persen sebesar Rp66,00 per kg, dan gabah kualitas rendah naik 5,54 persen yaitu sebesar Rp254,00 per kg. 

Dari 314 observasi pada transaksi penjualan gabah kualitas rendah atau 18,58 persen dari keseluruhan transaksi penjualan gabah selama bulan November 2018, berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan 9,23 persen, Jawa Timur 4,73 persen, Jawa Barat 1,30 persen, dan D.I Yogyakarta 1,07 persen. Sementara itu, gabah kualitas rendah dari provinsi lainnya masing-masing di bawah 1,00 persen. 



(Des)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

16 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA