RI jadi Tempat Terbaik Selenggarakan IMF-WB 2018

Ade Hapsari Lestarini    •    Senin, 08 Oct 2018 22:50 WIB
IMF-World Bank
RI jadi Tempat Terbaik Selenggarakan IMF-WB 2018
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde (tengah) saat melakukan kunjungan ke daerah terkena bencana di Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Senin, 8 Oktober 2018. (FOTO: dok BI)

Lombok Barat: Indonesia dianggap menjadi tempat terbaik dalam menyelenggarakan pertemuan IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua, Bali. Kendati saat ini Indonesia tengah dilanda bencana.

"Indonesia akan menjadi tempat yang paling baik untuk mengadakan pertemuan tahunan kami. Dan Indonesia tetap menjadi yang terbaik," tutur Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde saat melakukan kunjungan ke daerah terkena bencana di Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Senin, 8 Oktober 2018.

Lagarde menceritakan, ketika tiga tahun lalu menyiapkan proses penyelenggaraan IMF-WB 2018 di Indonesia, tidak akan ada yang menyangka akan terjadi bencana alam di Indonesia.

Menurut dia, opsi membatalkan pertemuan tahunan di tengah bencana ini bukan sebuah pilihan, karena akan menyia-nyiakan sumber daya yang telah dianggarkan selama tiga tahun terakhir.

Oleh karena itu, sebagai simbol solidaritas IMF terhadap rakyat Indonesia, staf IMF yang didukung oleh manajemen memutuskan untuk memberikan kontribusi secara pribadi dan sukarela untuk upaya pemulihan.

"Saat ini kontribusi tersebut mencapai Rp2 miliar dan akan disalurkan untuk berbagai upaya pemulihan di Lombok dan Sulawesi, dan lebih banyak bantuan akan menyusul. Kami juga akan membuka kesempatan bagi para peserta pertemuan tahunan agar mereka juga dapat berkontribusi," jelasnya.

Hal inilah yang membuat Lagarde dan IMF terus melanjutkan pertemuan tahunan dengan merefleksikan apa yang telah dilihatnya di Palu dan di Lombok.

"Sekali lagi, saya sangat terkesan dengan rekonstruksi yang telah Anda lakukan, dan melihat anak-anak akan kembali bersekolah, karena anak-anak perempuan dan laki-laki tersebut akan menjadi ilmuwan dan pakar di masa depan," pungkasnya.

 


(AHL)