Fintech Bisa Sumbang 2,5% Pertumbuhan Pembiayaan Nasional

Husen Miftahudin    •    Kamis, 13 Sep 2018 20:04 WIB
fintech
Fintech Bisa Sumbang 2,5% Pertumbuhan Pembiayaan Nasional
Digital. MI/Arya.

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyatakan optimalisasi industri financial technology (fintech) mampu mendongkrak pertumbuhan pembiayaan nasional. Secara hitungan kasar, Bank Sentral memproyeksi optimalisasi fintech bisa mendorong pertumbuhan pembiayaan sebanyak 2,5 persen.

Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko mengatakan saat ini pertumbuhan pembiayaan sebesar 13 persen. Kehadiran fintech diyakini membuat pertumbuhan pembiayaan menjadi 15,5 persen atau mendekati angka pertumbuhan pembiayaan ideal sebesar 16 persen.

"Untuk ekonomi tumbuh enam persen, butuh kredit tumbuh 16 persen. Sekarang ini kredit hanya bisa tumbuh 13 persen. Nah untuk menutup kekurangannya adalah dengan 'lending' (pembiayaan) digital," ujar Onny di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 13 September 2018.

Dia menambahkan, pertumbuhan pembiayaan secara nasional dipatok 16 persen setiap tahunnya. Target tersebut bertujuan untuk mendongkrak perekonomian nasional Indonesia di kisaran enam persen.

Di sisi lain, jelas Onny, Bank Sentral akan terus mendorong pertumbuhan fintech. Namun akselerasi fintech tetap dijaga agar tidak mengurangi kualitas perlindungan konsumen. Kualitas perlindungan konsumen harus dijaga agar tidak mengganggu stabilitas perekonomian RI.

Dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia pada Oktober 2018, BI akan mendorong negara-negara anggota untuk membahas ekonomi digital secara komprehensif.

"Indonesia sebagai tuan rumah akan mendorong negara-negara anggota IMF-Bank Dunia untuk membuat peraturan lintas batas guna mengakomodir akselerasi pertumbuhan fintech yang ideal tanpa berimbas negatif terhadap stabilitas perekonomian," tutup Onny.


(SAW)