World Conference on Creative Economy 2018

Indonesia Berikhtiar Menjadi yang Terkreatif pada 2030

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 04 Sep 2018 20:11 WIB
ekonomi kreatifbadan ekonomi kreatifbekraf
Indonesia Berikhtiar Menjadi yang Terkreatif pada 2030
Director of International Relation Bekraf Kartika Candra Negara. (FOTO: Medcom.id)

Jakarta: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) akan menggelar World Conference on Creative Economy (WCCE) 2018 di Nusa Dua, Bali.

Director of International Relation Bekraf Kartika Candra Negara mengungkapkan visi dari digelarnya agenda ini agar Indonesia menjadi pemain global industri kreatif di 2030.

"Kegiatan ini merupakan pertemuan ekonomi kreatif pertama di dunia, sehingga visi kita bisa menjadi pemain global industri kreatif di 2030," ujar Candra saat berkunjung ke Media Group, Jalan Pilar Mas Raya, Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa, 4 September 2018.

Dia menuturkan, Bekraf menjadi satu-satunya negara di dunia yang memiliki menteri atau setingkat menteri untuk bidang ekonomi kreatif, dalam hal ini Kepala Bekraf Triawan Munaf.

Oleh karena itu, terbersit lah pertemuan untuk mengembangkan ekonomi kreatif di dunia, khususnya di Indonesia. Acara yang akan digelar pada 6-9 November 2018 tersebut akan mengusung dua main activities.

"Pertama perlibatan government. Kedua multi stakeholders. Kami akan mengundang pejabat senior setingkat dirjen yang didampingi oleh lingkup stakeholders mereka," tambahnya.

Selain pemerintah dan stakeholders, Bekraf juga akan mengundang akademisi, pebisnis, komunitas, hingga media yang berjumlah hingga 200 orang. Agenda ini rencananya juga akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

"Saat ini kita lagi approach Pangeran Mohammed Bin Salman dari Arab Saudi karena dia mempunyai Vision 2030, tentang ekonomi kreatif. Bagaimana cara dia mengubah negara minyak menjadi negara ekonomi kreatif," lanjutnya.

Selain itu nantinya dari 20 pembicara yang akan mengisi agenda tersebut, tiga merupakan dari pemerintah. Salah satunya yakni Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan "bapak ekonomi kreatif" Prof John Hopkins.

Candra menambahkan, dalam agenda tersebut, selain mengadakan pertemuan-pertemuan, juga digelar pameran produk kreatif yang menyediakan 60 kapsul atau booth untuk para peserta.

"Nanti goal-nya menggiring isu ekonomi kreatif ke tingkat internasional, di mana ekonomi kreatif merupakan subsektor ekonomi yang mendorong percepatan ekonomi di negara berkembang," pungkasnya.

 


(AHL)