BTN Meyakini Pertumbuhan Bisnis Properti Bakal Meningkat

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 12 Sep 2017 07:46 WIB
propertirumahperumahanbtnprogram sejuta rumah
BTN Meyakini Pertumbuhan Bisnis Properti Bakal Meningkat
Direktur Utama BTN Maryono (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN meyakini pertumbuhan bisnis properti kedepannya akan meningkat. Hal ini disebabkan oleh indikator perekonomian yang terus mendukung pertumbuhan bisnis properti

"Kenapa kita katakan rising momentum? Ini bukan mimpi, sudah di depan mata kita," kata Direktur Utama BTN Maryono, usai BTN Golden Property Award 2017 di Raffles Hotel, Jalan Prof Dr. Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 11 September 2017.

Dirinya menambahkan, pemerintah sangat fokus untuk menyelesaikan masalah ketertinggalan ketersediaan hunian (backlog) sebanyak 11,4 juta. Salah satu upaya yang ditempuh adalah menyediakan program sejuta rumah bagi masyarakat.

Bukan hanya itu, pemerintah juga berupaya membuat investasi di sektor properti terus bergeliat dengan kemudahan perizinan. Di sisi lain Bank Indonesia (BI) juga menurunkan tingkat suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate menjadi 4,5 persen.

"Pemerintah terlihat sungguh-sungguh, seperti mempermudah perizinan properti. BI juga turunkan repo rate, tunggu apalagi? Ini sangat mendukung pertumbuhan ekonomi kita, memanfaatkan tenaga-tenaga yang kerja untuk kita," jelas dia.

Selaku bank yang fokus melayani Kredit Pemilikan Rumah (KPR), BTN siap membantu pembiayaan sektor properti. Bukan hanya pembiayaan bagi end user, tetapi BTN juga memberikan pembiayaan bagi pembangunan perumahan kepada para pengembang.

"Pertumbuhan properti berkontribusi pada PDB kurang lebih 4,1 persen, ini belum multiplier effect. Pertumbuhan (penjualan) keramik, genteng, dan lain-lain. Kalau kita bisa turun semua luar biasa," pungkasnya.


(ABD)