10 BUMN Belum Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Desi Angriani    •    Minggu, 14 May 2017 16:48 WIB
bpjs ketenagakerjaan
10 BUMN Belum Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Ilustrasi kantor BPJS Ketenagakerjaan. (MTVN/Gervin Purba).

Metrotvnews.com, Jakarta: 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belum mendaftarkan diri sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan M Krishna Syarif mengatakan, keikutsertaan perusahaan pada BPJS Ketenagakerjaan ini penting karena mencakup jaminan hari tua, jaminan kematian, jaminan pensiun, dan jaminan kecelakaan kerja.

"Lebih dari 10 perusahaan, semua perusahaan kita himbau karena manfaatnya begitu besar," ujarnya di area Car Free Day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu 14 Mei 2017.

Menurutnya, banyak perusahaan yang beralasan telah memiliki Dana Pensiun Lembaga keuangan (DPLK) sehingga tak berpartisipasi dalam BPJS Ketenagakerjaan. Padahal keikutsertaan dalam jaminan sosial harus melalui dinas ketenagakerjaan sebagaimana diatur dalam Undang-undang.

"Ya kita sekarang dalam proses memberikan keyakinan sesuai ketentuan UU agar program DPLKnya bisa menyesuaikan diri," ungkap dia.

Selain itu, masih ada 19 perusahaan BUMN yang belum mendaftarkan karyawannya untuk mengikuti program jaminan pensiun. Krishna pun meminta Menteri BUMN Rini Soemarno untuk mendorong perusahaan pelat merah segera mengikuti program tersebut.

"Makanya kami mengharapkan dukungan dari menteri BUMN untuk perhatikan perusahaan yang belum mengikuti program pensiun atau belum mengikuti program bpjs," tandasnya.

Badan Ketenagakerjaan mencatat ada 122 juta angkatan kerja di Indonesia. Dari 122 juta angkatan kerja, baru 20 juta tenaga kerja yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.

71 persen di antaranya adalah pekerja yang bekerja di sektor informal yang umumnya bekerja di segala jenis pekerjaan tanpa adanya perlindungan negara dan tidak dikenakan pajak.

Sedangkan, tenaga kerja dari sektor formal di Indonesia tercatat sekitar 40 juta angkatan kerja. Sedangkan dari total 122 juta angkatan kerja yang ada, hampir separuhnya merupakan lulusan Sekolah Dasar (SD).


(SAW)