KKP Fokus Bangun Kawasan Budidaya Air Payau

Desi Angriani    •    Jumat, 14 Apr 2017 09:43 WIB
kelautan dan perikanan
KKP Fokus Bangun Kawasan Budidaya Air Payau
Peternak budidaya air payau. (FOTO: ANTARA/Seno)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memfokuskan pembangunan kawasan budidaya berkelanjutan. Pasalnya, perbaikan infrastruktur di kawasan tambak akan berdampak terhadap peningkatan produktivitas budidaya.

"Tantangan terbesar pengembangan budidaya udang/ikan khususnya di kawasan tambak adalah penuruan kualitas lingkungan yang memicu munculnya hama dan penyakit ikan. Ini dipicu oleh kondisi infrastruktur tambak yang buruk," ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat 14 April 2017.

Baca: Kebijakan Pengelolaan Perikanan KKP Layak Didukung Pemangku Kepentingan

Menurut Slamet, perencanaan dalam rangka penataan kawasan budidaya yang terintegrasi harus segera dilakukan disentral-sentral produksi budidaya air payau. Melalui penataan kawasan budidaya yang berbasis klaster, akan memungkinkan pengelolaan dan penerapan biosecurity dengan mudah.

"Tambak-tambak tradisional inilah yang butuh penataan karena cenderung memiliki infrastruktur buruk dan tata letak yang tidak beraturan," tuturnya.

Berdasarkan Data KKP, potensi indikatif lahan budidaya air payau di Indonesia mencapai 2,9 juta ha dengan total pemanfaatan hingga 2015 mencapai 715.846 ha atau baru sekitar 24,14 persen.

Dari data luas lahan yang dimanfaatkan tersebut, tambak tradisional masih mendominasi dengan tingkat pemanfaatan lebih dari 60 persen dari total lahan termanfaatkan.

 


(AHL)