BI Tetapkan Tambahan Modal Bank untuk Cegah Risiko Sistemik Sebesar 0%

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 19 May 2017 10:45 WIB
bank indonesia
BI Tetapkan Tambahan Modal Bank untuk Cegah Risiko Sistemik Sebesar 0%
Bank Indonesia (BI). (FOTO MI/USMAN ISKANDAR)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menetapkan besaran tambahan modal bank berupa Countercyclical Capital Buffer (CCB) sebesar nol persen atau tidak mengalami perubahan dari besaran yang berlaku saat ini.

Hal tersebut ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18 Mei 2017, berdasarkan hasil evaluasi data akhir kuartal I-2017.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, penetapan tersebut antara lain berdasarkan indikasi tidak adanya pertumbuhan kredit yang berlebihan (excessive credit growth) yang berpotensi menyebabkan risiko sistemik.

"Hal ini ditunjukkan oleh indikator kesenjangan rasio kredit terhadap Produk Domestik Bruto (Credit to GDP gap), sebagai indikator utama (buffer guide) dalam menetapkan besaran CCB, yang berada di bawah ambang batas (threshold) bawah," ujar dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat 19 Mei 2017.

Baca: Membaca Arah Persaingan Bank 2017

Pada akhir kuartal I-2017 pertumbuhan kredit telah menunjukkan peningkatan yakni menjadi 9,24 persen (yoy), seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,01 persen. Di tengah perkembangan kondisi tersebut, belum terlihat adanya peningkatan risiko sistemik. Hal ini antara lain didukung oleh indikator Siklus Keuangan Indonesia (SKI) yang masih berada pada fase kontraksi.

CCB merupakan salah satu instrumen kebijakan makroprudensial yang bertujuan mencegah peningkatan risiko sistemik yang bersumber dari pertumbuhan kredit yang berlebihan. Selain itu, CCB juga berfungsi untuk menyerap kerugian yang dihadapi perbankan melalui pembentukan tambahan modal sebagai penyangga (buffer).

Berdasarkan Peraturan BI (PBI) No.17/22/PBI/2015, BI melakukan evaluasi besaran dan waktu pemberlakuan CCB paling kurang satu kali dalam enam bulan.

"Penetapan besaran CCB sebesar nol persen tidak akan memengaruhi upaya bank dalam meningkatkan fungsi intermediasinya, sehingga diharapkan dapat berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi," pungkas dia.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA