2018, Pemerintah Bangun Proyek Prioritas di Aceh

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 18 Apr 2017 14:43 WIB
proyek strategis nasional
2018, Pemerintah Bangun Proyek Prioritas di Aceh
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (FOTO: ANTARA/SIGID KURNIAWAN)

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎Untuk mendukung pembangunan di Bumi Serambi Mekkah, pada 2018 pemerintah akan membangun beberapa proyek prioritas nasional di Aceh. Pembangunan itu diharapkan bisa meningkatkan infrastruktur yang ada di Aceh.

Proyek-proyek prioritas yang akan dibangun di Aceh seperti pembangunan Jalur KA Bireun-Lhokseumawe, pembangunan KA Trans Sumatera antara Besitang-Langsa (Konstruksi SBSN), pembangunan KA Trans Sumatera Besitang-Langsa (pengadaan lahan), pembangunan dan revitalisasi Pelabuhan Nasional Balohan, dan penyediaan layanan informasi cuaca penerbangan untuk take off dan landing secara online dan realtime yang merupakan proyek-proyek untuk mendukung prioritas nasional Infrastruktur, Konektivitas, dan Kemaritiman.

"Pemerintah juga akan membangun beberapa proyek untuk mendukung prioritas nasional Ketahanan Pangan yang ada di Aceh, antara lain pembangunan Bendungan Kaureto, pembangunan Bendungan Rukoh, dan pembangunan Bendungan Tiro," kata ‎Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro dalam keterangan tertulisnya yang diterima media, Selasa 18 April 2017.




Selain itu, Bambang mengaku, terdapat berbagai rencana indikatif pembangunan infrastruktur lainnya yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan pembangunan di Provinsi Aceh.

Pembangunan proyek tersebut, dia berharap, dapat ‎mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada 2018 sebesar 5,6 persen. Adapun ekonomi Aceh bisa tumbuh sebesar 5,61 persen.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh, diakui Bambang, perlu didukung sektor industri pengolahan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, sektor administrasi pemerintahan, sektor transportasi dan pergudangan, sektor industri pengolahan dan sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi total sebesar 82,92 persen.

"Pemerintah daerah perlu menjaga pertumbuhan sektor-sektor tersebut agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh. Sementara itu, dilihat dari tingkat kemiskinan, untuk Provinsi Aceh pada 2018 diproyeksikan sebesar 15,86 persen dan tingkat pengangguran sebesar 7 persen," tutup Bambang yang sempat menjadi Menteri Keuangan ini.

 


(AHL)