Mentan Geram dengan Keuntungan Kartel Cabai hingga Rp2 Miliar/Orang

   •    Selasa, 18 Apr 2017 17:08 WIB
mentan
Mentan Geram dengan Keuntungan Kartel Cabai hingga Rp2 Miliar/Orang
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Karawang: Menteri Pertanian (mentan) Andi Amran Sulaiman geram dengan ulah kartel, salah satunya yang bermain di komoditas cabai yang merugikan petani dan konsumen karena meraup keuntungan sebanyaknya hingga Rp2 miliar per orang.

"Kami sedih, petani kerja luar biasa tapi tidak menikmati keuntungan signifikan, hanya dinikmati segelintir orang. Kami cek tadi satu orang untung cabai kemarin saat harganya naik Rp2 miliar per orang satu bulan. Satu grup kalau dihitung-hitung Rp50 miliar," kata Menteri Amran Sulaiman saat menghadiri Apel Siaga Toko Tani Indonesia (TTI) di Karawang, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Selasa 18 April 2017.

Amran mengatakan, ulah kartel yang menaikkan harga cabai secara tidak wajar menjadi penyebab kerugian di dua pihak, yakni petani yang tidak mendapat untung karena harga terlalu rendah dan konsumen yang terimbas mahalnya harga cabai.

Ia pun heran cabai rawit yang merupakan bagian kecil dari pangan bahkan dikartelkan hingga mencapai Rp160.000 per kg di tingkat konsumen saat harga cabai sempat melonjak. Setelah tiga pengepul ditetapkan tersangka, harga cabai rawit pun turun menjadi Rp40.000 per kg.



"Kami sudah keliling 400 kabupaten seluruh Indonesia tapi masih saja harga cabai bertengger di atas Rp100 ribu. Setelah tertangkap kalau tidak salah empat orang tersangka, langsung turun Rp40 ribu," ungkapnya.

Amran juga mengeluhkan panjangnya rantai pasokan bahan pangan hingga menyebabkan disparitas harga terlalu tinggi mencapai 300 persen dari tingkat petani ke konsumen.

Ia mencontohkan harga bawang merah di tingkat petani di Temanggung berkisar Rp8.000 per kg, namun di tingkat konsumen di Jakarta mencapai Rp30.000 per kg.

"Di Temanggung, harga bawang Rp8 ribu per kg, tetapi di Jakarta Rp30.000 per kg atau 300 persen naik dari tingkat petani sampai konsumen. Tidak ada negara yang seperti negara kita untungnya naik 300 persen. Ini yang harus diselesaikan," tuturnya.

 


(SAW)

Kebijakan HET Diyakini Efektif Cegah Gejolak Harga

Kebijakan HET Diyakini Efektif Cegah Gejolak Harga

11 hours Ago

Penerapan kebijakan HET yang dikeluarkan Kemendag dinilai akan menjadi panduan konsumen dalam m…

BERITA LAINNYA