Pengusaha Muda Wajib Beradaptasi di Era 4.0

   •    Kamis, 12 Apr 2018 19:14 WIB
revolusi industri
Pengusaha Muda Wajib Beradaptasi di Era 4.0
Ketua DPR Bambang Soesatyo (kedua dari kanan) di acara Diklatda Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya. Foto: Istimewa

Jakarta: Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pengusaha muda menguasai teknologi informasi untuk menghindari ketertinggalan. Pengusaha muda wajib bertahan dan berkembang di era revolusi industri 4.0. 
 
Menurut Bamsoet, tanpa penguasaan teknologi dan informasi pengusaha Indonesia bakal tertinggal jauh dalam perekonomian dunia.
 
“Revolusi industri 4.0 akan merombak pergerakan perekonomian dunia. Jika tidak mempersiapkan diri dari sekarang, kita akan tertinggal jauh,” kata  politisi Golkar ini dalam acara Diklatda Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya, di Jakarta, Kamis, 12 April 2018.
 
Di era 4.0, kata Bamsoet, kecerdasan buatan, super komputer, rekayasa genetika, teknologi nano, mobil otomatis, dan inovasi bakal mendominasi. Perubahan, kata dia, terjadi dalam kecepatan eksponensial. Pada era ini semakin terlihat wujud dunia yang telah menjadi kampung global. Ia meyakini era 4.0 memberikan manfaat besar bagi sektor swasta.
 
“Produsen besar yang terintegrasi akan dapat mengoptimalkan sekaligus menyederhanakan rantai suplainya. Di sisi lain, sistem manufaktur yang dioperasikan secara digital juga akan membuka peluang-peluang pasar baru bagi UKM penyedia teknologi seperti sensor, robotic, 3D printing, atau teknologi komunikasi antarmesin,” Bamsoet menjelaskan.

Baca: Indonesia Berpeluang Merajai Revolusi Industri 4.0

 Mantan pimpinan Kadin ini menegaskan, Indonesia berkomitmen untuk membangun industri manufaktur yang berdaya saing global melalui percepatan implementasi industri 4.0. Hal ini ditandai dengan peluncuran Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah peta jalan dan strategi Indonesia memasuki era digital.
 
“DPR meyakini  penyusunan road map ini telah melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari institusi pemerintah, asosiasi industri, pengusaha muda, penyedia teknologi, maupun lembaga riset dan lembaga pendidikan,” tutur Bamsoet.
 
Empat langkah strategis
 
Dalam kesempatan yang sama Bamsoet mengapresiasi empat langkah strategis Kementerian Perindustrian di bawah pimpinan Airlangga Hartarto dalam menghadapi industri 4.0. Langkah pertama adalah meningkatkan kemampuan dan keterampilan pekerja Indonesia dalam mengintegrasikan teknologi internet dengan lini produksi di industri.
 
Langkah kedua berupa pemanfaatan teknologi digital untuk memacu produktivitas dan daya saing bagi industri kecil dan menengah (IKM). Ini dilakukan agar mampu menembus pasar ekspor melalui program E-smart IKM.
 
Langkah ketiga berupa pemanfaatan teknologi digital yang lebih optimal dalam perindustrian nasional. “Seperti pemanfaatan big data, autonomous robots, cyber security, cloud dan augmented reality.”
 
Dan langkah keempat yakni mendorong  inovasi teknologi melalui pengembangan startup dengan memfasilitasi inkubasi bisnis. “Agar lebih banyak wirausaha berbasis teknologi di Indonesia,” terang Bamsoet.
 
Diklatda Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya turut dihadiri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Gubernur DKI Anies Baswedan, anggota Fraksi Nasdem DPR RI Ahmad Sahroni, Ketua Kadin Rosan P Roeslani, pengusaha Erick Thohir, dan Erwin Aksa.




(UWA)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

1 day Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA