Hingga April, Inklusi Keuangan Masih di Bawah Target

Kautsar Widya Prabowo    •    Selasa, 10 Apr 2018 15:19 WIB
keuangan
Hingga April, Inklusi Keuangan Masih di Bawah Target
Bank Indonesia. Dok: Ant.

Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat inklusi keuangan hingga April 2018 telah mencapai 55 persen atau masih di bawah dari target pemerintah sebesar 75 persen pada 2019.

"Kira-kira ada di angka 50-55 persen. Untuk jelasnya, kita tunggu hasil survei Bank Dunia pada pertengahan April ini," ujar Deputi Direktur Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Rahmi Artati, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa, 10 April 2018.

Ia menambahkan ada beberapa hal yang membuat pencapaian inklusi keuangan masih lambat. Salah satunya jarak tempat tinggal masyarakat di daerah dengan perbankan atau layanan jasa keuangan. Selain itu, biaya yang dikeluarkan dalam pembuatan rekening awal dinilai masih cukup mahal.

"Itu merupakan salah satu masalah bagi masyarakat yang di remote area, yang di urban. Mereka selalu bilang pertama jauh, kedua biayanya cukup mahal bagi mereka," tambahnya.

Lebih lanjut, untuk meminimalisir permasalahan tersebut, pihaknya telah membuka agen Layanan Keungan Digital (LKD) di daerah-daerah yang jauh dari perkotaan. Pasalnya hal tersebut dapat mengefisienkan biaya.

"Karena buka kantor bank kan mahal, jadi dengan adanya LKD mereka jadi agen sehingga mereka (masyarakat) bisa menabung atau menarik uang," jelasnya.

Rahmi menambahkan pemerintah bersama BI beserta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya inklusi keuangan.

"Pertama, edukasi masyarakat. Kedua, jangan sampai diedukasi tidak ada implementasi. Untuk itu, kita bukakan mereka aksesnya dan ketiga kita fasilitasi terkait biaya yang dikeluhkan," pungkasnya.


(SAW)