TunaiKita Dorong Produktivitas UMKM Batam

   •    Minggu, 16 Sep 2018 10:00 WIB
fintech
TunaiKita Dorong Produktivitas UMKM Batam
VP Corporate Affairs TunaiKita Anggie Ariningsih.

Batam: Perusahaan Financial Technology (Fintech) Tunaikita mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil  dan Menengah (UMKM) di Batam. Fintech diyakini dapat menjadi jembatan bagi UMKM dan masyarakat yang tidak memiliki akses ke lembaga keuangan konvensional untuk meningkatkan produktivitasnya.
 
VP Corporate Affairs TunaiKita Anggie Ariningsih mengatakan,  teknologi dan aplikasi TunaiKita bisa mempertemukan mereka yang memerlukan kredit konsumtif dan produktif dengan lembaga keuangan kredibel. 
 
“TunaiKita hadir di Batam untuk memberi edukasi bagi masyarakat tentang manfaat dan kemudahan fintech. TunaiKita mendukung upaya  Otoritas Jasa Keuangan membuat masyarakat Indonesia lebih melek fintech melalui berbagai forum sosialisasi seperti Fintech Days 2018,” kata Anggie dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 16 September 2018.
 
Anggie mengungkapkan, fintech memberikan pinjaman hemat biaya untuk masyarakat, karena proses aplikasi pinjaman dan perlindungan dari penipuan online yang bersifat real-time. Selian itu, sistem penagihan utang yang menghormati pelanggan dan mengutamakan privasi data.
 
“Kredit yang ditawarkan TunaiKita dapat diperoleh dengan cepat, 24 jam sehari, di seluruh Indonesia. Masyarakat yang selama ini tidak terjamah lembaga keuangan konvensional kini bisa mengakses dana secara online. Keperluannya bisa untuk mengembangkan UMKM, bisa juga buat kalangan profesional yang ingin membeli gadget, kendaraan atau memiliki keperluan mendadak,” kata COO TunaiKita, Andry Huzain.
 
Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan pameran “Fintech Days 2018” di Batam. OJK menggandeng Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan sejumlah perusahaan teknologi finansial untuk membuat masyarakat Indonesia melek fintech.

Baca: Fintech Bisa Sumbang 2,5% Pertumbuhan Pembiayaan Nasional

Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko mengatakan saat ini pertumbuhan pembiayaan sebesar 13 persen. Kehadiran fintech diyakini membuat pertumbuhan pembiayaan menjadi 15,5 persen atau mendekati angka pertumbuhan pembiayaan ideal sebesar 16 persen.
 
"Untuk ekonomi tumbuh enam persen, butuh kredit tumbuh 16 persen. Sekarang ini kredit hanya bisa tumbuh 13 persen. Nah untuk menutup kekurangannya adalah dengan 'lending' (pembiayaan) digital," ujar Onny di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 13 September 2018.
 
Dia menambahkan, pertumbuhan pembiayaan secara nasional dipatok 16 persen setiap tahunnya. Target tersebut bertujuan untuk mendongkrak perekonomian nasional Indonesia di kisaran enam persen.
 
Di sisi lain, jelas Onny, Bank Sentral akan terus mendorong pertumbuhan fintech. Namun akselerasi fintech tetap dijaga agar tidak mengurangi kualitas perlindungan konsumen. Kualitas perlindungan konsumen harus dijaga agar tidak mengganggu stabilitas perekonomian RI.


(FZN)