BCA Targetkan Penuhi Beleid OJK Tahun Ini

   •    Jumat, 07 Apr 2017 10:35 WIB
bca
BCA Targetkan Penuhi Beleid OJK Tahun Ini
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tengah mempelajari tiga beleid baru yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan Undang-Undang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK).

Targetnya, tahun ini BCA sudah memenuhi ketentuan-ketentuan yang baru diberlakukan seperti menyerahkan rencana aksi dan memiliki instrumen utang atau investasi berkarakteristik modal.

"(Terkait) investasi yang bisa dikonversi sebagai saham, kami akan pelajari apakah semua, ataukah yang modalnya cukup enggak perlu, misalnya. Kami targetkan rencana aksi maupun instrumen utang yang dimaksud OJK sudah rampung tahun ini," ucap Dirut BCA Jahja Setiaatmadja seusai RUPS di Jakarta, Kamis 6 April.

Sebagaimana diketahui, pada 4 April lalu OJK menerbitkan tiga peraturan OJK (POJK), yakni POJK 14/03/2017 tentang Penetapan Status dan Tindak Lanjut Pengawasan Bank Umum, POJK 15/03/2017 tentang Rencana Aksi bagi Bank Sistemik, dan POJK 16/03/2017 tentang Bank Perantara.

Ketiga beleid itu merupakan regulasi turunan dari UU PPKSK yang disahkan pada tahun lalu. OJK memberi tenggat hingga 29 Desember 2017 bagi 12 bank terbesar di Indonesia yang masuk kelompok bank sistemik untuk menyerahkan rencana aksi sebagai sistem imun pertama saat terjadi kegagalan sistemik di internal bank.

Selain itu, ketentuan untuk memiliki instrumen utang atau investasi berkarakteristik modal juga diharuskan dengan tenggat 31 Desember 2018.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap anggota Dewan Komisaris OJK Nelson Tampubolon menyatakan, meski ketiga aturan sudah terbit pada 4 April, industri perbankan diberi waktu peralihan satu tahun untuk menyesuaikan diri dengan regulasi.

Dalam hal itu, Jahja secara terbuka mengemukakan permodalan dan likuiditas saat ini masih memadai sehingga jika memungkinkan, dari sisi regulasi, ia tidak memerlukan penerbitan instrumen utang berkarakteristik modal.

"Kalau tidak ada keharusan, kami tidak mau, itu mahal. Tapi kalau ada ketentuan begitu, kita ya harus dong," ucap Jahja.

Saat ini rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) BCA mencapai 21,6 persen. "Cukup buat ekspansi, bank sistemik kayaknya 18% juga cukup," tutup Jahja. (Media Indonesia)


(AHL)