Tahun Ini, Rp16 Triliun Sukuk Dana Haji Diinvestasikan ke Infrastruktur

M Rodhi Aulia    •    Minggu, 06 Aug 2017 04:38 WIB
dana haji
Tahun Ini, Rp16 Triliun Sukuk Dana Haji Diinvestasikan ke Infrastruktur
Ilustrasi jemaah haji -- Foto: MI/ M. Irham

Metrotvnews.com, Jakarta: Sukuk dana haji secara tidak langsung telah diinvestasikan ke pembangunan infrastruktur sejak 2013. Jumlah dana yang digunakan terus meningkat setiap tahunnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pembiayaan proyek rel jalur ganda kereta api Cirebon-Kroya melalui sukuk mencapai Rp800 miliar pada 2013. Tahun berikutnya meningkat jadi Rp1,5 triliun untuk proyek lanjutan rel kereta api Cirebon-Kroya, rel Manggarai-Jatinegara dan asrama haji di beberapa provinsi.

Pada 2015, sebesar Rp7,1 triliun diinvestasikan untuk rel KA di Jabodetabek, Jawa Tengah, Sumatera, jalan dan jembatan di beberapa provinsi, infrastruktur pendidikan tinggi keagamaan Islam negeri, asrama haji hingga kantor urusan agama.

Baca: Pengelolaan Dana Haji untuk Infrastruktur Harus Sesuai Syariat

Kemudian jumlah tersebut bertambah hingga Rp13,67 triliun untuk membangun rel KA di Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Surabaya, jalan dan jemabatan di beberapa provinai dan infrastruktur pendidikan tinggi keagamaan Islam negeri, asrama haji dan kantor urusan agama pada 2016.

"Tahun ini ada Rp16,77 triliun dalam bentuk rel kereta api di berbagai tempat, pembangunan jalan dan sekali lagi infrastruktur terkait perguruan tinggi, asrama haji maupun kantor urusan agama," kata Bambang dalam diskusi media Forum Merdeka Barat 9, Kementerian Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Sabtu 5 Agustus 2017.

Menurut Bambang, imbal hasil melalui sukuk ini lebih tinggi ketimbang sekadar menaruh dana haji di deposito perbankan. Peningkatan imbal hasil itu nantinya berdampak pada peningkatan pelayanan jemaah haji di tanah suci.

"Sebenarnya investasi dana haji itu bisa langsug ke proyek, bisa melalui pembiayaan sukuk," ucap dia.

Baca juga: Ma'ruf Amin Dukung Pemerintah Gunakan Dana Haji

Lebih lanjut Bambang menilai investasi dana haji melalui sukuk lebih baik untuk pembiayaan proyek tertentu. "Pertama pembangkit tenaga listrik yang memiliki power purchase agreement. Kedua, bandara terutama yang skala besar. Ketiga, skema KPBU (kerjasama pemerintah badan usaha) dengan availability payment. Keempat, jalan tol," ucap dia.

Model proyek menjanjikan keuntungan besar. Sebab, investasi tidak dilakukan dengan penyertaan langsung melainkan melalui instrumen investasi syariah dengan underlying asset (proyek) yang feasible, bankable, berisiko rendah.

Bambang menambahkan, pemerintah memastikan dana haji tidak akan berkurang meski digunakan untuk membangun proyek infrastruktur. Justru harus ada manfaat yang lebih dari setiap calon jemaah haji yang telah memberikan dananya kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Ada beberapa pertimbangan sebelum menginvestasikan dana haji. Yaitu aspek keamanan, kehati-hatian, nilai manfaat, likuiditas dan kesesuaian dengan prinsip syariah," tandasnya.

Baca: Dana Haji untuk Infrastruktur Melanggar Aturan

 


(Des)