Perbankan Diminta Jalankan Bisnis sesuai Ketentuan

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 09 Sep 2017 14:18 WIB
perbankan
Perbankan Diminta Jalankan Bisnis sesuai Ketentuan
Direktur Pengawasan Bank II dan Bank Asing OJK Defri Andri. (FOTO: MTVN/Angga Bratadharma)

Metrotvnews.com, Bogor: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap penyaluran kredit perbankan bisa terus mengalami peningkatan di masa-masa mendatang, seiring dengan kualitasnya. Dalam hal ini, OJK berharap manajemen suatu bank melaksanakan bisnis sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk melihat kesiapan infrastruktur, IT, dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Direktur Pengawasan Bank II dan Bank Asing OJK Defri Andri mengatakan, penting bagi OJK sebagai pengawas industri perbankan memastikan penyaluran kredit dilaksanakan dengan baik. Dalam artian, penyaluran kredit sudah sejalan dengan kesiapan infrastruktur, IT dan SDM yang memadai.

"Sebelum beri kredit maka menyiapkan infrastruktur. Lalu SDM dan sistem, terutama di kredit mikro itu maka IT sangat penting. Bisnis proses itu tidak bisa yang 10 tahun lalu ada menyusun SOP cepat seketika," ujarnya, dalam Pelatihan Wartawan Media Massa dan Elektronik yang diselenggarakan OJK, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 9 September 2017.

Di sisi lain, lanjutnya, sulit bagi suatu bank dipaksakan untuk melakukan konsolidasi apabila terdapat perbedaan budaya yang signifikan antara satu bank dengan bank yang lainnya. Namun, OJK berharap konsolidasi yang dilakukan perbankan bisa memperkuat daya saing dan kapasitas guna memperbesar ukuran di masa mendatang.

"Konsolidasi tidak bisa dipaksakan kalau culture berbeda. Tidak bisa dipaksakan. Memang kalau lihat POJK terkait kepemilikan saham kalau mau ambil beberapa bank bisa tapi tetap perlu ada perhitungan," ujarnya.

Lebih lanjut, OJK mencatat total aset industri perbankan hingga Juni 2017 mencapai sebesar Rp7.025 triliun. Adapun perolehan tersebut mengalami pertumbuhan jika dibandingkan dengan Desember 2016 yang mencapai sebesar Rp6.729 triliun.

Mengutip data OJK, perolehan aset tersebut sejalan dengan pertumbuhan total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai sebesar Rp5.045 triliun hingga Juni 2017, atau lebih tinggi dibandingkan dengan Desember 2016 yang mencapai sebesar Rp4.836 triliun.

Sedangkan penyaluran kredit mencapai sebesar Rp4.526 triliun hingga Juni 2017 atau lebih tinggi dibandingkan dengan Desember 2016 yang mencapai sebesar Rp4.413 triliun. Di sisi lain, jumlah bank di Indonesia mulai mengecil dan mencapai 115 bank hingga Juni 2017. Sedangkan sampai Desember 2016 ada sebanyak 116 bank.

Sementara rasio Non Performing Loan (NPL) hingga Juni 2017 mencapai 2,96 persen atau meningkat dibandingkan dengan posisi Desember 2016 yang mencapai 2,93 persen. Sedangkan Net Interest Margin (NIM) mencapai 5,35 persen sampai Juni 2017 atau sedikit turun dibandingkan dengan Desember 2016 yang sebesar 5,63 persen.

Adapun Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai level 89,31 persen sampai Juni 2017 atau lebih rendah dibandingkan dengan Juni 2016 yang berada di level 91,19 persen. Selain itu, lebih rendah dibandingkan dengan Desember 2016 yang berada di 90,70 persen.

Terkait dengan struktur permodalan atau Capital Adequary Ratio (CAR) tercatat hingga Juni 2017 berada di angka 22,74 persen. Angka itu lebih baik dibandingkan dengan Juni 2016 yang berada di angka 22,56 persen. Tapi, lebih rendah dibandingkan dengan Desember 2016 yang berada di 22,93 persen.

 


(AHL)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

22 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA