Jadi Menteri yang Kelola Emosi, Sri Mulyani: Saya Butuh Kasih Sayang

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 18 Oct 2016 13:31 WIB
rehat
Jadi Menteri yang Kelola Emosi, Sri Mulyani: Saya Butuh Kasih Sayang
Menkeu Sri Mulyani. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui tidak mudah menjalankan tugas sebagai pejabat yang berada dijabatan strategis dalam mengambil keputusan publik.

Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi pembicara dalam acara Supermentor-16 di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin, 17 Oktober malam.

Wanita pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, membuat suatu keputusan yang berhubungan dengan kebijakan publik, terutama dengan tujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan adalah pilihan sulit. Apalagi dirinya sebagai bendahara negara yang mengelola arus keuangan baik belanja maupun penerimaan.

Segala macam kebijakan yang diputuskan untuk membelanjakan uang negara untuk mengentaskan kemiskinan memerlukan pemikiran bahkan penelitian apakah setiap rupiah yang dibelanjakan betul-betul tepat sasaran dan bisa dinikmati oleh masyarakat miskin, bukan sekadar bertujuan untuk popularitas. Namun, meski sudah melalui proses yang panjang, segala keputusan yang dilakukan tak luput dari kehadiran emosi masyarakat.

"Membelanjakan salah penuh emosi, mau membetulkan belanja yang salah menjadi belanja yang benar menimbulkan emosi. Jadi, menjadi Menteri Keuangan adalah menteri yang mengelola emosi," tutur Ani.

Dalam merumuskan kebijakan dengan tujuan mengentaskan kemiskinan, dirinya bilang butuh kerja sama semua pihak. Pasalnya mengentaskan kemiskinan adalah tantangan yang berat namun diyakini Ani bisa dilakukan. Begitu jua dalam mengatasai kesenjangan adalah tantangan yang bahkan makin pelik namun diyakini bisa dicapai.

Ani menambahkan, dirinya butuh bantuan dan belas kasih dari semua pihak untuk meringankan bebannya dan kehadiran seluruh warga negara untuh berpastisipasi dan berkontribusi mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan yakni dengan terus mengkritisi dan mengawasi kinerja Pemerintah dalam mencapai target-target pembangunan.

"Butuh pasrtisipasi Anda semua untuk mengawasi. Sebuah negara akan jadi maju apabila masyarakatnya peduli terhadap apapun yang dilakukan Pemerintah dan mengkritisi secara benar serta kasih sayang semua pihak dalam mengentaskan kemiskinan, termasuk kasih sayang untuk saya, karena Bu Sri Mulyani juga butuh kasih sayang karena kan harus mengelola emosi," pungkas Ani disertai canda.


(AHL)