Curhatan Pegawai Pajak Mengenai Korupsi di Instansinya

Suci Sedya Utami    •    Senin, 28 Nov 2016 21:03 WIB
ditjen pajak
Curhatan Pegawai Pajak Mengenai Korupsi di Instansinya
Pajak (FOTO ANTARA/Arief Priyono).

Metrotvnews.com, Jakarta: Tertangkapnya salah satu pegawai Ditjen Pajak oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memukul banyak pihak, tak terkecuali rekan pegawai lainnya di institusi yang sama.

Salah satu pegawai yang tidak disebutkan identitasnya menulis curhatannya tentang peristiwa tersebut. Curhatan itu dibacakan Anggota Komisi XI Fraksi Golkar, M. Misbakhun dalam Rapat Kerja Komisi XI bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Dalam curhatan tersebut, pegawai yang diberi nama "someone" ini menuturkan bahwa dalam teori tipologi ada dua jenis korupsi yakni karena kebutuhan hidup dan karena  keserakahan.

Baca : Kecewa OTT Pajak, Ini Curahan Hati Sri Mulyani

Menurut dia, cara menghapus korupsi karena kebutuhan yakni dengan meningkatkan penghasilan. Cara itu dipandang ampuh. 

"Insya Allah kalau korupsi karena kebutuhan di DJP sudah hampir enggak ada," tutur dia. 

Sementara korupsi karena keserakahan dapat dilakukan dengan menghalalkan berbagai cara. Korupsi jenis ini tidak ada yang bisa menjamin, karena orang yang serakah ada di mana-mana. Namun yang menjadi permasalahan yakni ketika ulah segelintir orang tersebut menggambarkan kondisi orang yang berada di institusi yang sama. Menurut dia itu sangatlah tidak adil.

Lebih jauh, dia meminta agar Sri Mulyani tak ikut menghakimi mereka dengan stigma dan tuduhan yang sama. Bahkan dia mengatakan, tak minta untuk dinaikkan gaji 1.000 kali untuk tak melanggar sumpah jabatan.

"Dinaikkan 1.000 kali lipat jelas enggak akan pengaruhi bagi yang serakah atau tamak. Tapi itu pasti berpengaruh bagi mayoritas yang tidak (menerima suap). Jangankan dinaikkan gaji 1.000 kali , dinaikkan 100 persen saja banyak yang sujud syukur," jelas seseorang yang identitasnya dirahasiakan itu. 

Sebelumnya, Sri Mulyani pun melontarkan pernyataan bahwa sebanyak apapun menaikkan gaji, tetap tak akan cukup untuk menghilangkan sikap tamak terhadap harta yang ada di pribadi pegawai. 

"Dinaikkan 1.000 kali pun enggak akan cukup kalau itu orang yang tamak," kata  Ani dalam pelatihan media keuangan di Hotel Aston, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2016).

 


(SAW)