REI Akui Demo Besar Turunkan Penjualan Properti

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 24 Nov 2016 20:21 WIB
properti
REI Akui Demo Besar Turunkan Penjualan Properti
Ilustrasi amnesti pajak. (Foto: MTVN/Annisa Ayu).

Metrotvnews.com, Jakarta: Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) menyebut aksi demo besar yang rencananya terjadi pada 2 Desember tidak dilakukan. Hal ini karena bisa mempengaruhi penurunan penjualan properti di Jakarta.

Ketua Umum REI Eddy Hussy mengatakan, adanya aksi demo membuat investor mengurungkan niatnya membeli properti. Hal ini disebabkan oleh keraguan mereka untuk keamanan dan kepastian politik di Ibu Kota.

"‎Penjualan turun karena kepastian keamanan maupun politik menjadi pukulan bagi pembeli terhadap properti. Data pasti penurunan belum ada, tapi saya dapat laporan dari anggota terutama di DKI Jakarta katakan lah dari Oktober ke November itu turun," ujar Eddy di temui di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Baca: "Panasnya" Politik Ancam Pertumbuhan Properti di 2017

Dirinya menambahkan, pembeli properti akan memastikan terlebih dahulu bahwa kondisi di Jakarta kondusif. Apalagi jika melihat kebiasaan mereka yang membeli properti untuk investasi jangka menengah dan panjang.

"Ini ada lagi rencana demo 2 Desember, itu sudah pasti orang tidak belanja, mereka melihat dulu. Tapi pasti kami memberikan kenyakinan dan kami sendiri yakin bahwa pemerintah bisa mengatasi ini dengan baik," jelas dia.

Baca: Pasar Properti Diprediksi Kembali Menggeliat di Akhir 2016

Dirinya meyakini jika pemerintah mampu mengendalikan situasi yang ada. Dengan begitu diharapkan para pembeli properti akan kembali setelah dua bulan mendatang atau awal tahun depan.

"Mereka bukannya tidak percaya, katakan lah tunggu sebulan dua bulan (beli properti) ya enggak apa-apa. Kami harapkan semuanya kondusif karena ini penting bagi pertumbuhan ekonomi kita dan keamanan sangat ‎berpengaruh terhadap sektor properti," pungkasnya.


(AHL)